Dokter Aisha ke Somalia dengan Link Sendiri

Dokter Aisha ke Somalia dengan Link Sendiri

- detikNews
Senin, 05 Sep 2011 10:19 WIB
Dokter Aisha ke Somalia dengan Link Sendiri
Jakarta - LSM Aksi Cepat Tanggap (ACT) memberangkatkan tim kemanusiaan ke Somalia pada 19 Agustus 2011. dr Aisha Wardhana tidak turut bergabung tim itu karena hendak melangsungkan pernikahan. Aisha akhirnya berangkat ke Somalia dengan jaringan sendiri.

"Ketika awal kita mau berangkat, beliau kita ajak. Tapi karena ada alasan pribadi mau menikah, beliau nggak jadi ikut tim pertama. Dia kontak akan nyusul dengan link pribadi dan biaya sendiri," ujar Syuhelmaidi Syukur, Direktur Eksekutif Komite Indonesia untuk Solidaritas Somalia (KISS), saat dihubungi detikcom, Senin (5/9/2011).

KISS digagas oleh ACT dan dideklarasikan Jumat (19/8/2011) di Masjid Agung Al Azhar, Jakarta Selatan, sebagai respons Indonesia atas bencana kelaparan di Somalia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Syuhel mengaku mengenal dan beberapa kali berjumpa Aisha. Aisha tercatat sebagai relawan dari ACT dan sudah beberapa kali ikut aksi ACT di Indonesia. Aksi ACT yang diikuti Aisha terakhir yakni melayani TKI yang terlantar di Tanjung Priok beberapat waktu lalu.

"Dia relawan kita. Dia sudah beberapa kali datang ke kantor. Semangatnya membantu korban itu sangat luar biasa," jelas Syuhel.

Syuhel menceritakan tim pertama ACT sudah tiba di Ibukota Somalia, Mogadishu, pada 29 Agustus. Pada saat itu, tim pertama sempat berkomunikasi dengan Aisha. Aisha mengaku tengah berada di Qatar. Dari Qatar, Aisha akan berangkat ke Mogadishu.

"Tapi tim yang kontak melalui BBM nggak nanya beliau berangkat dengan siapa saja. Tim saat itu dalam posisi menunggu beliau," jelasnya.

Setelah itu, lanjut Syuhel, tim tidak ada berkomunikasi lagi dengan Aisha. Namun dicek di jejaring sosial Twitter, Aisha masih sempat mengucapkan selamat Idul Fitri.

"Informasi yang kita terima kemarin dari twitter juga katanya beliau hilang dalam perjalan ke Mogadishu," katanya.

Hingga kini, pihak ACT terus berupaya mencari informasi yang valid mengenai keberadaan Aisha. ACT berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk mencari Aisha.

"Keluarga juga katanya sudah bergerak mencari beliau," ujarnya.

Basecamp di Garissa

Dalam siaran pers Agustus lalu, ACT menginformasikan tim kemanusian Indonesia ACTion Team for Somalia mendirikan basecamp di Garissa, ibukota Provinsi North Eastern, Kenya. Dari sini, tim akan melayani ratusan ribu pengungsi Somalia di kamp Dadaab yang terletak di perbatasan Kenya-Somalia.

Team leader Imam Akbari dari Garissa melaporkan, tim berada di Nairobi, Kenya sejak Sabtu (20/8/2011) pagi waktu setempat. Indonesia ACTion Team for Somalia adalah tim kemanusiaan yang diberangkatkan oleh Komite Indonesia untuk Solidaritas Somalia (KISS).

Tim beranggotakan empat orang, termasuk dua orang dokter dan relawan logistik. Direncanakan, tim akan memasuki Mogadishu, Somalia pasca aksi di Dadaab. Imam Akbari menjelaskan, tim kemanusiaan ini adalah tim pertama yang diberangkatkan oleh KISS.

“Segera disusul oleh tim-tim KISS yang lain. Kami akan bekerja mulai dari tahap emergency saat ini hingga fase recovery,” tuturnya.

Kamp pengungsi Dadaab terletak di dekat perbatasan Kenya-Somalia. Kota Dadaab terletak di Provinsi North Eastern, wilayah di timur laut Kenya. Wilayah ini merupakan wilayah paling kering dan miskin di Kenya. Mayoritas penduduknya beragama Islam. Menurut informasi dari Kenya Red Cross, empat juta jiwa rakyat miskin Kenya tinggal di wilayah ini.

“Kamp pengungsian Dadaab berada di bawah otoritas Kementerian Imigrasi Kenya dan UNHCR,” jelas Imam.

Di Garissa, basecamp ACTion Team difasilitasi oleh Sulaiman, tokoh setempat yang pernah kuliah di UIN Jakarta. “Ini bukti bahwa Somalia, Kenya dan Afrika pada umumnya adalah saudara dekat kita,” ujar Imam.

Data sementara yang didapat oleh Tim ACT di lapangan, jumlah pengungsi Somalia di Kamp Dadaab mencapai 400.000 jiwa. Tingkat migrasi pun terbilang cukup tinggi yaitu 1.200-1.500 orang perhari. Untuk mencapai Dadaab, pengungsi Somalia harus berjalan kaki menempuh jarak 100 km.

(gus/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads