Di Jember, Bagi-Bagi Beras Bergambar Mega-Hasyim

Di Jember, Bagi-Bagi Beras Bergambar Mega-Hasyim

- detikNews
Jumat, 02 Jul 2004 20:40 WIB
Jakarta - Awal masa tenang Pilpres ternyata masih dimanfaatkan sejumlah pendukung untuk kampanye. Sejumlah orang justru membagi-bagikan beras dengan bungkus plastik bergambar capres dan cawapres PDI Perjuangan Mega-Hasyim di desa Kranjingan Kec Sumbersari, Jember, Jumat(2/7/2004). Konon pembagian itu disertai ancaman bagi penerima untuk mencoblos Mega-Hasyim.Di RW III dusun Langsepan, desa Kranjingan sedikitnya ada 500 KK yang memperoleh bagian beras. Sayangnya, sejumlah penerima beras yang perkantongnya seberat 3 KG itu ada yang melaporkan ke pengurus NU setempat. Tapi tidak sedikit dari mereka yang terlanjur memasaknya untuk keperluan hidupnya. Selain RW III, juga warga RW II dan IV banyak yang menerimanya.Kepada wartawan, sejumlah warga yang ditemui sempat menunjukkan kantong plastik yang bergambar Mega-Hasyim itu.Seperti diakui salah seorang warga RT 02 RW 04 Dusun Langsepan Kel. Kranjingan Kec. Sumbersari. Menurut pengakuan buruh tani ini, ia menceritakan pada hari Kamis (1/7/2004) siang itu dirinya menerima selembar kupon yang terdapat gambar Mega-Hasyim. Kupon serupa juga dibagi-bagikan kepada para tetangganya."Saya tidak mengenal orangnya. Hanya saja orang itu mengatakan kupon yang dibagi itu bisa ditukar dengan beras dirumah Misnawi (salah seorang warga setempat-red)," ungkapnya tanpa mau disebut namanya.Sedangkan saat dirinya datang ke rumah Misnawi yang dikampungnya dianggap tokoh masyarakat itu, ternyata sudah penuh antrian yang akan menukarkan kupon dengan beras. "Tapi saya takut karena nanti akan dosa jika tidak milih karena telah menerima berasnya," imbuhnya. Dari data yang diperoleh, menyebutkan bahwa pembagian beras itu tidak hanya di rumah Misnawi melainkan juga dilakukan oleh Mubaroq dan Abdus Satar yang dikenal sebagai Sekretaris MWC NU Kec Sumbersari ini.Sejumlah warga yang menerima beras juga ada yang melaporkannya ke Sanusi, Ketua Tanfidz NU Dusun Langsepan. Sayangnya, ketiga orang pembagi beras ini tidak berhasil ditemui wartawan. Ketika wartawan berusaha mengkonfirmasikan kepada Abdus Satar, yang bersangkutan tidak ada dirumahnya.Salah seorang pengurus Tim Kampanye Mega Hasyim (TKMH) Jember Yusuf Iskandar saat dihubungi wartawan membantah keras jika pembagian beras dimasa tenang ini dilakukan dari pihaknya. "KIta sangat menghormati peraturan. Itu tidak mungkin kita lakukan. Sebaliknya bisa saja ada pihak lain yang tidak ingin pasangan Mega-Hasyim menang. Tapi silahkan saja jika mau diusut," tegasnya.Sementara itu ditempat terpisah, Wakil Ketua Panwaslu Kab. Jember, Abdul Qodim kepada wartawan menegaskan kasus money politic seperti pembagian beras sangat sulit untuk bisa dijerat hukum. Karena, sesuai SK KPU No 35 Th 2004, hanya tim sukses yang terdaftar secara resmi di KPU yang bisa dijerat UU Pemilu."Sulitnya yang melakukan itu bisa saja bukan tim sukses resmi. Kan penelusurannya sulit. Saya yakin proses yang kita lakukan akan berhenti di Kejaksaan. Sebab tidak ada landasan hukum yang kuat untuk menjerat pelaku. Namun kami tetap akan memproses laporan warga tersebut," kata Qodim. (dsb/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads