"Mudah-mudahan hari ini bisa disalurkan ke Pejompongan," kata Foke di sela kunjungan arus balik di Terminal Pulogadung, Minggu (4/9).
Sebelumnya, PT Palyja mendapat kucuran air dari Aetra 200 liter per detik pasca jebolnya pintu air Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur. Padahal Palyja membutuhkan 6.000 liter per detik untuk memasok ke pelanggannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Foke menambahkan, saat ini pihaknya memprioritaskan suplai air bersih di kawasan padat penduduk.
"Kami gunakan berbagai kendaraan tangki milik pemerintah, swasta, TNI, Polri kami berdayakan, untuk suplai air ke warga Jakarta," jelasnya.
Dia mengimbau masyarakat untuk tidak saling menyalahkan siapa penyebab jebolnya pintu air di Kalimalang, sehingga mengganggu pasokan air bersih ke beberapa wilayah di Jakarta.
"Saya mengajak tidak menyalahkan siapa penyebab terjadi jebolnya pintu air di Kalimalang. Percayakan pada polisi untuk menginvestigasi," kata Foke.
(ahy/gun)











































