KAI DAOP V Turunkan Paksa 24 Oknum TNI/Polri Tanpa Tiket

KAI DAOP V Turunkan Paksa 24 Oknum TNI/Polri Tanpa Tiket

- detikNews
Sabtu, 03 Sep 2011 22:46 WIB
KAI DAOP V Turunkan Paksa 24 Oknum TNI/Polri Tanpa Tiket
Kutoarjo - Sebanyak 24 oknum TNI/Polri diturunkan secara paksa dari kereta api karena naik tanpa membawa tiket selama arus mudik dan arus balik berlangsung. Empat orang di antaranya adalah oknum TNI/Polri berpangkat perwira.

Jumlah itu merupakan hasil operasi kereta api tanpa tiket yang dilakukan secara intensif oleh PT KAI Daop V Purwokerto selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2011 di Stasiun Kereta Api Kutoarjo, Purwokerto dan Kroya.

Humas KAI Daop V Purwokerto Surono kepada detikcom menyatakan, terakhir Sabtu (03/09/2011), ini, di Stasiun Kereta Api Kutoarjo, petugas gabungan menurunkan sebanyak dua orang oknum TNI/Polri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dua orang tadi hari ini yang diturunkan oleh petugas gabungan yang diterjunkan oleh kami. Keduanya naik kereta api Sawunggalih dari Kutoarjo yang akan menuju ke Jakarta," jelas Surono.

Operasi dilakukan pada setiap kereta yang diikuti oleh enam anggota di antaranya, dua petugas Polisi Khusus Kereta Api(Polsus KA), anggota Brimob, dan Polisi Militer. Mereka sebelum kereta berangkat melakukan sweeping dan pemeriksaan terhadap ratusan penumpang yang diangkut oleh kereta dari wilayah DAOP V ke berbagai jurusan.

"Dari operasi yang dilakukan masing-masing kereta terdapat pelanggaran yang tidak begitu banyak persentasenya. Terakhir data yang masuk dari jumlah 900 penumpang kereta api Kroya jurusan Jakarta hanya 30 orang tanpa tiket. Baik dari oknum TNI/Polri maupun masyarakat sipil biasa," jelas Surono.

Surono meminta dengan hormat kepada oknum TNI/Polri yang sudah terjaring harusnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Sebab, pihak KAI sudah memberikan keringanan kepada TNI/Polri berupa potongan sebesar 50 persen dari total harga tiket yang ada.

"Paling tidak mereka harus bisa menjadi contoh masyarakat lah," jelas Surono.

Lebih lanjut Surono menuturkan, oknum TNI/Polri maupun masyarakat biasa mayoritas mereka naik kereta api tanpa tiket menggunakan modus naik kereta pada malam hari. Namun, modus ini sudah menjadi kebiasaan mereka sehingga sudah diketahui oleh petugas dan banyak yang terjaring.

Selain itu, mereka menggunakan jasa kereta api dengan cara berganti-ganti kereta api dengan jurusan yang sama. Operasi yang digalakkan secara intensif ini lambat laun bisa menunjukan hasil dengan berkurangnya penumpang yang tidak disertai tiket kereta api.

"Alhamdulilah di Kutoarjo, Purworejo berjalan baik. Kebijakan baru bisa baik kalau ada tindakan seperti yang terjadi saat operasi. Tidak ada masalah. Masyarakat sudah banyak yang sadar dan ke staisun harus memiliki tiket untuk naik kereta," tutur Surono.

(irw/irw)


Berita Terkait