Bahkan, akibat pembatasan penumpang kereta banyak yang tidak mendapatkan tiket kereta. Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono saat melakukan pemantauan arus balik di Stasiun Kereta Api Kutoarjo Sabtu (03/09/2011) secara langsung meminta kepada penumpang untuk menggunakan armada lain seperti bus.
Bambang menegaskan, pada dasarnya dalam dunia perkeretaapian di Indonesia ada aturan bahwa daya angkut gerbong terbatas. Batasan itu dilakukan sesuai dengan kondisi serta kelayakan kereta yang ada. Pembatasan ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan dari para penumpang itu sendiri.
"Sebanyak 150 persen dari kapasitas gerbong untuk jaga keamana dan ketertiban dari masing-masing gerbong. Tentunya dengan pembatasan ada yang tidak terangkut," jelas Bambang.
Bambang mengatakan, dengan adanya kondisi penumpukan penumpang terutama tanpa tiket ini, pihak Kementrian Perhubungan mulai tahun depan akan melakukan program tiket bersama di sejumlah stasiun kereta. Maksudnya, tiket bersama antara kereta api dan bus.
"Untuk itu kita berkoordinasi di beberapa stasiun dibuka untuk loket bersama dengan bus. Kalau tidak tertampung dalam kereta api ditampung dalam bis. Bukan soal ada tidaknya kereta sapujagad. Sejauh untuk keselamatan pasti akan kita operasikan," tutur Bambang.
Bambang melanjutkan, pembatasan jumlah penumpang kereta api selain untuk menjaga keamanan dan ketertiban juga menghindari kesan ketidakmanusiawian PT KAI terhadap penumpang.
"Jadi untuk tahun ini yang kita operasikan yang layak. Sehingga tidak dianggap tidak manusiawi. Yang datang rata-rata tidak punya tiket. Tahun ini kita batasi untuk keamanan dan ketertiban. Dan ada optimalisasi dari atas. Sisanya kalau buru-buru ada transportasi lain seperti bus. Atau kereta berikutnya jika mau menunda keberangkatan," jelas Bambang.
Humas PT KAI Daerah Operasional (Daop) V Surono menjelaskan juga sudah melakukan koordinasi dengan pengusaha armada bus. Di Kutoarjo sendiri ada salah satu armada bus yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan kerjasama dan koordinasi program tiket bersama mendatang. Bus itu adalah PO Sumber Alam yang mempunyai garasi di wilayah yang dekat dengan Stasiun Kereta Api Kutoarjo.
"Sudah, sudah. Kita sudah melakukan koordinasi. Sampai saat ini kondisi penumpukan di Stasiun Kutoarjo masih bis,kita atasi," tutur Surono.
(irw/irw)











































