Ratusan pemudik yang melintas di Jl Raya Magelang-Yogyakarta di Km 23 itu ada yang mampir maupun sengaja mendatangi lokasi tempat terjadinya banjir lahar dingin Merapi. Bagi mereka, tragedi banjir lahar dingin menjadi pemandangan yang menakjubkan dan aneh.
Mereka datang dari berbagai kota di antaranya dari Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Juga ada yang sengaja mengunjungi karena pulang kampung di sekitar Kabupaten/Kota Magelang yang merupakan tanah kelahiran mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juga pedagang makanan dan minuman kecil lainya marak di sekitar tumpukan pasir, bebatuan serta material berupa kayu yang merupakan sisa-sisa material yang dibawa oleh banjir lahar dingin. Dagangan mereka laris manis bak kacang goreng.
Lasni Mulyani Rahayu (42) salah seorang pemudik dari Malang, Jawa Timur, menyatakan sengaja datang ke Kali Putih untuk melihat secara langsung keagungan Tuhan.
"Bencana ini khan datangnya dari Allah. Selin itu saya merasa sangat kepingin menyaksikan sendiri.
Karena kemarin saat kejadian saya selaku pengurus Jama'ah Al Himah Jawa Timur dulu hanya bisa menitip sesuatu dari jamaah. Sekarang ingin menyaksikan sendiri. Selain itu siapa tahu ada anak-anak korban yang mau ikut di ponpes saya," ungkap Lasni.
Setelah melihat secara langsung, Lasni baru percaya karena sebelumnya dirinya hanya mendengar dan melihat dari kabar serta media baik televisi maupun surat kabar tentang bencana banjir lahar dingin. Lasni datang menikmati pemandangan rumah-rumah terendam material banjir lahar dingin dan batu-batu besar bersama satu keluarganya.
Dengan menggunakan mobil setelah mudik ke tempat saudaranya di Yogyakarta, Lasni sengaja mampir ke kawasan Kali Putih ini. Tukang parkir dadakan yang merupakan warga setempat pun juga ketiban rejeki yang di luar perkiraan.
Selain Lasni ratusan pemudik lainya juga berdatangan di sekitar Kali Putih yang saat ini dalam kondisi kering. Sehingga padatnya mobil dan sepeda motor membuat arus lalu lintas di sepanjang jalan Raya Magelang-Yogya padat merayap.
(irw/irw)











































