Kasus Malaria di Sukabumi dan Garut Menurun

Kasus Malaria di Sukabumi dan Garut Menurun

- detikNews
Jumat, 02 Jul 2004 17:15 WIB
Bandung - Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Yudi Prayudha mengungkapkan, jumlah penderita malaria di Sukabumi dan Garut telah menurun. "Tidak ditemukan lagi kasus baru," katanya di Bandung, Jumat (2/7/2004).Kendati demikian, menurutnya, status Kejadian Luar Biasa (KLB) masih tetap dipertahankan untuk Kabupaten Sukabumi. "Untuk mencabut tidaknya yang menentukan Menteri Kesehatan. Yang pasti sampai sekarang posko kesehatan yang ada masih tetap dioperasikan untuk mengantisipasi warga yang sakit," kata Yudi.Untuk kasus malaria di Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi yang telah menewaskan 10 orang penduduk, papar Yudi, saat ini sudah ditangani secara terpadu oleh lintas instansi dan dinas di Pemprov Jabar. "Di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Kehutanan, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, serta Bina Marga," katanya.Melalui penangan terpadu tersebut, penanganan malaria tidak hanya sebatas Kabupaten Sukabumi saja. "Kami menargetkan Jawa Barat akan bebas malaria tahun 2008," katanya.Khusus Sukabumi, penanganan malaria dilakukan dengan memutus rantai penularannya yakni terhadap vektor penyakit tersebut nyamuk anopeles sundaicus. Di Kecamatan Simpenan, sebuah laguna berair payau ditengarai menjadi penyebab mewabahnya malaria. Laguna tersebut jadi sarang jentik nyamuk.Untuk mengalirkan air payau di laguna Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi, telah diputuskan untuk membuat pipa saluran. "Pipa saluran tersebut untuk mengalirkan air payau. Sebagai antisipasi jangka pendek telah disebarkan ikan nila dan lele di laguna itu," katanya.Menurut Yudi, laguna hanya salah satu faktor saja. Faktor lainnya adalah kerusakan hutan di daerah sekitar laguna. Penghijauan hutan gundul menjadi salah satu tahapan yang akan dilakukan untuk menangani malaria. "Karena hutannya rusak, sekarang nyamuknya bisa terbang langsung ke rumah penduduk dari laguna dengan dibantu angin," katanya.Di tempat terpisah, Bupati Garut Agus Supriyadi mengatakan bahwa kasus malaria di Garut merupakan kasus yang terjadi selama 6 bulan sejak Januari 2004. "Ditemukan kasus sekitar 245, dan terjadinya bukan di kurun waktu Mei-Juni 2004 tapi dalam 6 bulan sejak Januari 2004," katanya.Keseluruhan penderita malaria itu sudah sembuh. "Tidak ada yang masih dirawat inap," katanya. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads