Pengamatan detikcom, Sabtu (3/9/2011), penumpang menumpuk di los pemberangkatan. Salah satunya, penumpang bus jurusan Solo-Semarang.
Saat bus datang, para penumpang langsung berebutan naik. Sayangnya, tidak semua penumpang terangkut sehingga mereka terpaksa harus menunggu bus berikutnya yang datang beberapa menit kemudian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ayo, ayo, yang Semarang. Jepara bisa langsung," kata salah satu kru bus.
Tak terangkutnya penumpang sepertinya bukan karena sedikitnya armada bus melainkan karena ketersendatan arus lalu lintas. Bus tidak bisa tiba tepat waktu di terminal karena harus menghadapi kemacetan di sejumlah titik.
Di terminal sepanjang Solo-Semarang, seperti Kartasura (Sukoharjo), Boyolali, dan Tingkir (Salatiga), penumpang enggan naik karena bus penuh sesak. Mereka lebih memilih menunggu armada berikutnya. Satu dua penumpang yang naik harus siap tanpa tempat duduk alias berdiri.
Bus-bus patas turun status jadi bus ekonomi. Mereka mengangkut penumpang lebih banyak dari kursi dan mengizinkan pengamen dan penjual makanan dan minuman beroperasi di dalam bus. Tarif Solo-Semarang naik 50 persen, dari Rp 20 ribu menjadi Rp 30 ribu per orang.
(try/aan)











































