Pantauan detikcom, Sabtu (3/9/2011), tidak ada operasi yustisia di stasiun ini. Tidak bisa dibedakan juga mana warga Jakarta dan pendatang.
Saat ditemui di kantornya, Wakil Kepala Stasiun Besar Senen, Wahyudin mengatakan, pihaknya tidak ada urusan dengan operasi tersebut. "Kami hanya menangani transportasi. Kewenangan yustisi itu ada di Pemda," ujar Wahyudin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau memang ada pendatang baru yang datang, ya silakan-silakan saja," tegasnya.
Biasanya para pendatang ini dibawa oleh sanak keluarga mereka yang sudah lebih dulu 'bertarung' di Jakarta. Para pendatang ini pun biasanya belum tahu apa yang bakal kerjakan di Jakarta ini.
"Ya kan di Jakarta dulu mas, nanti kalau sudah berada di sini kan enak mau ngelamar ke mana-mananya," ujar Eni Kurniatun. Perempuan asal Tulungagung, Jawa Timur saat ditemui di stasiun.
Bagaimana jika nanti gagal mendapat pekerjaan? Dengan semangat muda yang masih membara, Eni menolak bicara pesimistis. Begitu juga dengan kemungkinan dia terjerat operasi Yustisi yang digelar Pemprov DKI, itu sama sekali tak dipikirkannya.
"Operasi Yustisi apa to? Nggak lah mas. Belum nyoba kok sudah ngomongin gagal," ujar Eni sambil berlalu.
(mok/aan)











































