"Tidak benar itu. Saya naik haji tahun 2007, dan belum ada gelar honoris causa," kata Gumilar saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (2/9/2011).
Dia juga menolak bahwa ada aturan seorang penerima gelar doktor honoris causa harus bergelar S1 terlebih dulu. Penerima gelar serupa di dunia seperti Bill Gates juga tidak bergelar S1.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan itu, Gumilar juga membantah tak pernah melibatkan Majelis Wali Amanah (MWA) saat menentukan gelar bagi Raja Saudi. Menurut dia, anggota MWA Emil Salim dan Alwi Shihab pernah diajak diskusi tiga tahun silam saat gelar ini masih dalam tahap pembahasan.
"Mungkin Pak Emil lupa saat itu karena sudah tiga tahun lalu," ucapnya.
Sebelumnya, kalangan LSM mengecam keputusan Rektor Universitas Indonesia (UI) Gumilar R Sumantri menganugerahkan gelar Doktor Honoris Causa kepada Raja Arab Saudi karena prestasi kemanusiaan diprotes belasan LSM tenaga kerja dan HAM.
Raja Abdullah dinilai tidak layak menerima anugerah itu karena negara yang dipimpinnya dianggap tak menghormati hak asasi manusia (HAM).
LSM itu antara lain Migrant Care, JALA PRT, INFID, ATKI, Pakubumi, OPMIK, SARI, Kapal Perempuan, SARI, dan KPI.
Kalangan guru besar juga memprotes hal ini. "Saya akan lawan. Ini soal bangsa. Tapi perlawanan akan dilakukan dengan cara terhormat. Ada tata caranya. Para profesor juga akan bereaksi. Prof Emil Salim marah," kata Guru Besar Sosiologi UI Thamrin Amal Tamagola.
(mad/mok)










































