Opor dan Es Campur Jinakkan Derita Iklim Gurun

Idul Fitri di Dubai

Opor dan Es Campur Jinakkan Derita Iklim Gurun

- detikNews
Jumat, 02 Sep 2011 14:06 WIB
Opor dan Es Campur Jinakkan Derita Iklim Gurun
Dubai - Terik iklim gurun di Dubai menghalau air raksa hingga ke titik 40 derajat Celcius. Panas, gerah. Namun derita itu terjinakkan oleh es campur, opor lebaran dan kuliner serba lezat khas Nusantara.

Itulah suasana open house di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Dubai, seusai prosesi ibadah salat Idul Fitri (30/8/2011). Pelaksanaan Idul Fitri ini mengikuti penetapan oleh pemerintah setempat.

Data panitia tamu mencatat sebanyak 1.400 warga Indonesia dari berbagai latar belakang berduyun-duyun datang untuk merayakan Idul Fitri bersama Konjen dan nyonya rumah Febie Mansyur Pangeran serta sesama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warga luber memadati halaman sampai sisi luar pagar KJRI. Panas iklim gurun yang mengiringi matahari naik sepenggalah tak mereka hiraukan.

"Mereka berasal dari berbagai emirat di wilayah akreditasi KJRI Dubai, yakni Dubai, Sharjah, Ajman dan bahkan Fujairah, yang berjarak 180 kilometer dari Dubai," tutur Konsul Fungsi Pensosbud KJRI Dubai Sekretaris I Adiguna Wijaya kepada detikcom.

Semangat warga di hari Fitri itu diganjar tuan rumah dengan hidangan lebaran serba lezat khas tanah air, yang membuat derita panas gerah langsung menguap. Ada es campur, berbagai minuman ringan dan air kemasan, buah-buahan segar, lumpia, pisang goreng cokelat, pisang goreng keju, kue lapis Surabaya.

Makan utamanya antara lain lontong, nasi putih, opor ayam, sayur lodeh, rendang, tauco udang dan tahu, kerupuk, dilengkapi dengan sambal aneka pilihan. Semua hidangan ini disiapkan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) KJRI Dubai, di bawah supervisi dan koordinasi Febie Mansyur Pangeran.

"Kecuali kue lapis Surabaya, itu sumbangan masyarakat," terang Febie.

Warga masyarakat menyatakan sangat mengapresiasi inisiatif KJRI Dubai membuka pintu dengan open house, menjadi rumah rakyat. Mereka merasa dapat sedikit mengobati kesedihan di perantauan dan kekangenan pada suasana Idul Fitri di tanah air.

Khidmat

Sebelumnya dalam rangkaian salat Ied, khatib H. Zunnunil Masri lulusan Univeristas Islam Madinah, menyampaikan topik seputar puasa dan ibadah sebagai sarana tepat untuk melatih diri melawan hawa nafsu.

Sedangkan salat Ied yang berlangsung khidmat dipimpin oleh Ustaz Irfan Maulana lulusan Universitas Al Azhar-Kairo, Mesir. Baik Irfan maupun Zunnunil adalah staf lokal KJRI Dubai, sehingga tidak diperlukan imam dan khatib dari luar.

Pada kesempatan itu panitia zakat KJRI Dubai bekerjasama dengan masyarakat Indonesia dalam Indonesian Muslim Association (IMA) mengumumkan perolehan zakat. Sebagian zakat disalurkan kepada para TKW bermasalah yang sedang ditampung oleh KJRI, sebagian lainnya disalurkan oleh IMA.

Konjen Mansyur menegaskan bahwa KJRI Dubai akan terus membuka diri sebagaimana tahun- tahun sebelumnya, termasuk di hari raya. "Hal ini sekaligus sebagai sarana untuk menjalin silaturahmi, komunikasi dan kekeluargaan di antara sesama warga Indonesia," demikian Mansyur.
(es/es)


Berita Terkait