"Harusnya pemerintah memprioritaskan angkutan yang nyaman murah dan aman, yaitu kereta api lintas Jawa dan lintas Sumatera," kata Ketua Fraksi PDIP Tjahjo Kumolo kepada detikcom, Kamis (2/9/2011).
Menurut Tjahjo, Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru sudah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan silaturahmi masyarakat Indonesia. Jutaan orang berbondong-bondong pulang ke kampung halaman. Pemerintah harus memberikan saranan transportasi yang memadai untuk mereka.
Tjahjo prihatin akan banyaknya kecelakaan yang menimpa pemudik. Selama dua hari lebaran 1432 Hijriyah ini saja, tercatat sudah lebih dari 320 orang meninggal saat perjalanan, sementara yang luka-luka mencapai 2.300 orang.
"Ini pesta kemenangan rakyat luar biasa. Seharusnya ada kewajiban pemerintah memberikan keamanan dan kenyamanan buat rakyatnya. Tapi ternyata yang bertanggung jawab, ya, rakyatnya sendiri," ucap Sekjen PDIP ini.
Untuk penyediaan sarana transportasi masyarakat, lanjutnya, negara harus menerapkan kebijakan politik anggaran yang mencerminkan pengelolaan ekonomi berdikari. Sehingga hal itu memungkinkan untuk meningkatkan belanja kepentingan publik khususnya infrastruktur.
"Setidaknya negara wajib mengalokasikan 40 persen minimal dari target 60 persen dari APBN dan APBD untuk belanja kepentingan publik khususnya infrastruktur. Banyaknya kecelakaan karena faktor prasarana yang kurang memadai," tandasnya.
(irw/irw)











































