IM sehari-hari membanting tulang mencari nafkah dan membantu membiayai sekolah 3 adiknya.
"Dia anak baik dan menjadi tulang punggung keluarga untuk membiayai adik-adiknya. Ia bekerja sebagai pengamen. Kadang-kadang juga jualan jam tangan," kata Iin, tetangga IM kepada detikcom di rumah kontrakan, Jalan Dewa RT 009 RW 07, Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (1/9/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya mungkin dia tidak rela melihat ibunya dimarahi terus. Sahri sering marah-marah di rumah. Apalagi dengan istrinya, Mariam. Kalau gosip yang beredar di sekitar sini, semua yang dilakukan Mariam dianggap salah," ujar Iin.
Menurut dia, Sahri sudah 6 bulan tidak bekerja karena menderita stroke. Sahri semula bekerja sebagai sopir angkot. Sementara Mariam bekerja sebagai pedagang pecel keliling.
Kesaksian lain juga disampaikan Ferdi. Ia mendengar kegaduhan di rumah Sahri dan melaporkan ke Ketua RT setempat.
"Tadi sekitar pukul 11.30 WIB, saya mendengar suara teriak-teriak dari rumah Pak Sahri. IM duduk dan ayahnya tewas bersimbah darah. Lalu 20 menit kemudian, polisi datang mengamankan IM," papar Ferdi.
IM, Mariam dan 3 adiknya kini dimintai keterangan di Polsek Ciracas. Jenazah Sahri dibawa dengan ambulans ke RS Polri sekitar pukul 16.00 WIB. Lokasi kejadian juga telah dipasang garis polisi.
(aan/mad)











































