Jejak Puasa Membekas pada Kejujuran

Idul Fitri di Madrid

Jejak Puasa Membekas pada Kejujuran

- detikNews
Kamis, 01 Sep 2011 17:23 WIB
Madrid - Setelah selama sebulan menahan hawa nafsu dan hal-hal yang mengotori kesucian jiwa, umat Islam diharapkan dapat terus mengejawantahkan kejujuran kedalam kehidupan sehari-hari.

Demikian benang merah khutbahDin Wahid, dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dalam rangkaian salat Idul Fitri di KBRI Madrid (30/8/2011).

Menurut khatib Din, setelah selesai puasa sebulan penuh, umat Islam bukan berarti lepas dari tanggung jawab, namun dituntut untuk bisa menerapkan hasil gemblengan puasa tersebut dalam 11 bulan ke depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hakikat Idul Fitri adalah kembalinya orang-orang beriman ke dalam kesucian diri dan jiwa. Ini yang harus terus dijaga," ujar Din, yang saat inimenempuh program doktor di Universitas Leiden, Belanda.

Dinjuga mengajak sekitar 100 jamaah salat warga Indonesia dari Madrid dan kota-kota lain sekitarnya untuk selalu menambah rasa syukur kepada Allah SWT, yang telah memberikan banyak kenikmatan kepada umat manusia.

Sekretaris III Fungsi Pensosbud Krisnawati Desi Purnawestri kepada detikcom menyebutkan, KBRI Madrid menyelenggarakan salat Ied pada Selasa karena disesuaikan dengan ketetapan Centro Cultural Islamico Madrid.

Seusai rangkaian salat Idul Fitri diteruskan dengan bersalaman untuk saling maaf-memaafkan yang diawali oleh Duta Besar RI untuk Kerajaan Spanyol Adiyatwidi Adiwoso Asmady dan Bapak Asmady.

Pada siang harinya Dubes menggelar open house yang dihadiri masyarakat Indonesia, baik muslim maupun non-muslim. Layaknya di tanah air, masyarakat dapat tetap merasakan nuansa lebaran dengan disajikannya kue-kue khas Indonesia, sajian ketupat, opor, hingga roti jala.

Meskipun jumlah warga Indonesia di Madrid tidak terlalu banyak jika dibandingkan dengan di negara-negara Eropa Barat lainnya, namun hal ini justru terlihat semakin memperkuat rasa kekeluargaan di antara mereka.

Perbedaan penetapan Idul Fitri di Indonesia juga menjadi bahan perbincangan hangat di Madrid. Dengan berkelakar sebagian merasa bersyukur bahwa kali ini mereka bisa mendahului bercerita tentang lebaran di Madrid kepada sanak saudaranya di Indonesia. Meskipun demikian hikmah lebaran tetap terasa. (es/es)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads