Mesin Politik Tak Bekerja Optimal

Mesin Politik Tak Bekerja Optimal

- detikNews
Jumat, 02 Jul 2004 15:20 WIB
Jakarta - Meski Golkar-PKB adalah dua kekuatan besar, namun Wiranto-Wahid tak pernah merajai polling yang digelar lembaga mana pun juga. Mengapa? Karena mesin politiknya tidak bekerja optimal.Demikian disampaikan peneliti dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Saiful Munjani dalam keterangan pers di Hotel Sari Pan Pacific, Jl.MH Thamrin, Jakpus, Jumat (2/7/2004). "Selama ini banyak asumsi parpol akan berperan besar sebagai mesin politik untuk memobilisasi politik bagi pasangan yang dicalonkannya," kata Saiful.Saiful memberi contoh koalisi Golkar-PKB ternyata tidak cukup membantu mendongkrak suara pasangan Wiranto-Wahid. Juga PPP, tak mampu menaikkan suara Hamzah-Agum. Sebaliknya, SBY-JK dan Amien-Siswono mendapat suara lebih besar dibanding perolehan suara parpol utama yang mendukung mereka."Dukungan lintaspartai dibutuhkan tiap pasangan untuk memenangkan pilpres. Dan itu hanya bisa dilakukan oleh pasangan yang kekuatan daya tariknya melampaui kemampuan partai mereka memobilisasi pemilih," kata Saiful.Saiful menambahkan, di samping parpol, ormas seperti NU dan Muhammadiyah bisa berperan sebagai mesin politik.Dalam surveinya yang hasilnya dirilis hari ini, dicantumkan distribusi pemilih yang mengaku NU atau Muhammadiyah terhadap preferensinya pada capres/cawapres. Hasilnya, sebanyak 55% responden yang mengaku Muhammadiyah mendukung Amien-Siswono. Sedangkan 50% yang mengaku NU mendukung SBY-JK.DukunganSaiful Mujani juga mempaparkan temuan lembaganya, dukungan terhadap para calon sebelum masa kampanye dan setelah 24 hari masa kampanye, menunjukkan dukungan terhadap SBY-JK menurun sedangkan ke Mega-Hasyim cenderung naik signifikan.Dalam survei LSI, dukungan terhadap SBY-JK cenderung menurun dari 49,8% ke 43,5%. Sedangkan terhadap Mega-Hasyim naik dari 15,4% menjadi 20,3%.Dukungan terhadap Wiranto-Wahid cenderung stabil antara 14,4% dan 14,9%. Demikian juga pada pasangan Hamzah-Agum antara 3,6% dan 2,3%. Dukungan naik secara signifikan terhadap pasangan Amien-Siswono. Dari 9,8% menjadi 13,6%.LSI juga menyurvei alasan utama memilih capres. Sebanyak 33% memilih capres berdasarkan kepribadiannya. Disusul mengatasi keamanan, masalah ekonomi, pemberantasan KKN, tokoh Islam, dan berlatar belakang tentara. (nrl/)


Berita Terkait