"Dalam kurun waktu enam hari terakhir tiga gunung api di Nusa Tenggara naik statusnya dari normal aktif menjadi waspada (level II). Penetapan kenaikan status waspada dilakukan oleh PVMBG," kata Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, kepada detikcom, Rabu (31/8/2011).
Menurut Sutopo, Gunungapi Anak Ranakah, di Kabuparen Manggarai, NTT, dinaikkan statusnya menjadi waspada terhitung tanggal 26 Agustus 2011 pukul 15.00 WITA. Kenaikan status itu disebabkan sejak Juni 2011 terjadi peningkatan jumlah gempa vulkanik dalam dan dangkal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lima hari kemudian, tepatnya 30 Agustus 2011 pukul 11.00 WITA, lanjut Sutopo, giliran Gunung Tambora naik status menjadi waspada. Gunung yang terletak di antara Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu, NTB, sejak april menunjukkan peningkatan aktivitas.
"Awal Agustus 2011, secara visual teramati asap putih tebal tinggi 20 meter dari kawah Doro Api Toi, dalam kaldera Tambora. Pada 29 Agustus 2011 terekam 14 gempa vulkanik dalam," kata Sutopo.
Gunung Lewotobi Perempuan di bagian tenggara Pulau Flores, NTT, menunjukkan peningkatan aktivitas sehingga dinaikkan menjadi Waspada pada 31 Agustus 2011 pukul 15.00 WITA. Gempa vulkanik yang biasanya rata-rata 5 kali kejadian, sekarang terekam rata-rata 24 kali kejadian gempa vulkanik.
"Terakhir meletus pada tahun 1935, berupa letusan eksplosif dengan awan panas," ungkapnya.
(irw/irw)











































