Demikian Duta Besar RI untuk Republik Federal Jerman Dr. Eddy Pratomo dalam sambutannya saat menerima masyarakat dari berbagai kalangan pada acara Halal Bihalal di kediamannya (30/8/2011).
Secara khusus, Dubes mengajak masyarakat Indonesia di Jerman untuk dapat melakukan berbagai kegiatan dalam rangka menyambut peringatan 60 tahun hubungan bilateral RI-Jerman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Halal bihalal di Berlin ini dimeriahkan dengan Pesta Rakyat, mencakup berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dan pembagian hadiah bagi pemenang berbagai lomba dalam rangka memperingati HUT ke-66 Kemerdekaan RI.
Sebagaimana disampaikan Konselor Fungsi Pensosbud KBRI Berlin Ayodhia GL Kalake kepada detikcom, Pesta Rakyat itu menampilkan hiburan Band KBRI Berlin, pelajar/mahasiswa Indonesia, tarian, nasyid maupun penampilan khusus penyanyi Ello, yang didatangkan dari Jakarta. Masyarakat tampak antusias sambil menikmati berbagai hidangan khas Indonesia.
Khusyuk
Sebelumnya di pagi hari Aula KBRI Berlin penuh dipadati jamaah salat Idul Fitri. Takbir, tahlil dan tahmid menggema dikumandangkan dengan khusyuk oleh jamaah terdiri dari para pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum.
Jamaah juga tampak tekun mendengarkan khotbah Idul Fitri oleh Ustad Hartanto Sayono, Lc, yang menyampaikan bahwa meskipun jauh dari tanah air, umat Islam di Jerman khususnya di Berlin, hendaknya tetap taqwa dan tawakal dalam menjalankan ibadah. Tak sedikit jamaah menitikan airmata haru saat bersalaman dan saling bermaafan.
โMenurut Ayodhia, selama Ramadan tahun ini KBRI Berlin bekerjasama dengan Masjid Al-Falah mengadakan berbagai kegiatan seperti pesantren kilat bagi anak-anak, pendidikan Al-Quran bagi semua usia, kajian tafsir Al-Quran dengan menggandeng Community Radio Berlin, buka bersama serta takbiran.
Kegiatan tersebut mendapatkan sambutan hangat dari umat Islam di Berlin dan sekitarnya yang selalu memenuhi Masjid Al-Falah, sekaligus untuk berbuka bersama dan shalat tarawih berjamaah.
Masyarakat muslim Indonesia mengaku walaupun jauh dari tanah air mereka tetap dapat merasakan kehangatan beribadah dan mengikuti berbagai kegiatan keagamaan dengan baik, termasuk menyisihkan rezekinya dalam bentuk zakat fitrah, zakat harta, infaq dan sadaqoh.
(es/es)











































