Informasi yang dihimpun dari biro pers Istana, sedikitnya 550 orang dari jumlah 4.220 adalah para difable dan tunanetra. Mereka datang dari berbagai pelosok kota di Jabodetabek.
Acara silaturahmi atau yang biasa dikenal dengan istilah open house ini digelar sejak pukul 15.00 WIB bagi kalangan umum. Sementara para menteri, duta besar negara sahabat dan pimpinan lembaga negara sudah datang sejak pagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya senang dan terharu. Kalau tahun lalu kemarin acak-acakan. Tahun ini agak rapi," kata Yadi Nuryadi, warga asal Cengkareng Jakarta Barat usai bersalaman dengan kepala negara di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (31/8/2011).
"Saya ingin menyampaikan sesuatu buat Pak SBY, tapi tadi nggak sempat," lanjutnya.
Hingga pukul 18.20 WIB acara silaturahmi masih berlangsung. Masih ada sekitar 200 orang yang menunggu giliran untuk bersalaman.
Panitia mengatakan, jika selepas Maghrib masih ada warga yang belum mendapat giliran, maka Presiden SBY dan keluarga hanya memantau dari jauh. Sementara warga masih diperbolehkan masuk ke Istana Negara untuk mengambil makanan ringan.
(mad/aan)











































