Terik panas matahari yang menyengat kulit, tidak menyurutkan Fandi, pria penyandang tuna netra untuk menghadiri open house di Istana Negara dan dapat bersalaman dengan Presiden SBY.
"Anak saya juga senang kok bisa bertemu Pak SBY. Nanti kan dia bisa cerita-cerita dengan teman seklohanya," kata Fandi saat ditemui detikcom, di kawasan Monas, Jakarta, Rabu (31/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau tahun 2009 lalu bisa dapat santunan Rp 250 ribu. Semoga sekarang dapat santunan yang lebih," harap Fandi.
Berbeda dengan Fandi. Samson, seorang penyandang tuna netra asal Condet, Jakarta Timur, mengaku, rela berpanas-panasan demi bertemu Presiden.
Samson yang didampingi teman-temannya sesama penyandang tuna netra ini, ingin meyampaikan sesuatu kepada Presiden saat bersalaman. Ia, ingin agar SBY memperhatikan nasibnya dan teman-temannya.
"Nanti saya ingin bilang ke Pak SBY supaya lebih memperhatikan kita, yang ekonominya kurang mampu dan memiliki kekurangan," ujar Samson.
(aan/aan)











































