Pengamatan detikcom, Rabu (31/8/2011), hujan mulai turun sekitar pukul 05.00 WITA, tepat pada pelaksanaan salat Subuh untuk waktu kota Samarinda dan sekitarnya. Hingga 2 jam berlalu, hujan tidak kunjung berhenti.
Sejumlah masjid di antaranya Masjid Islamic Centre di Jalan Slamet Riyadi serta Masjid Raya di Jalan Yos Sudarso, tidak terlalu dipadati umat muslim. Biasanya pada pelaksanaan salat Id tahun lalu, ribuan umat muslim memadati kedua masjid tersebut hingga meluber ke halaman dan ruas jalan di sekitar masjid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat hujan, sejumlah ruas jalan utama seperti Jl Kesuma Bangsa, Jl Dr Sutomo, Jl Letjend S Suprapto serta Jl Ir H Juanda menjadi lengang. Biasanya, usai salat Subuh, umat muslim terlihat lalu lalang menuju masjid untuk melakukan salat Id.
"Ya, memang jalanan menjadi sepi. Mungkin saja lebih memilih di rumah saja karena hujan turun deras," ujar Mahmud, warga lainnya yang juga salat Id di Masjid Islamic Centre.
Meski demikian, salat Id di Samarinda secara umum berlangsung khidmad sekaligus menyimak khotbah salat Id. Usai salat Id, mereka berjabat tangan saling memohon maaf dan memaafkan.
"Alhamdulillah, salat Id tadi berlangsung lancar meski hujan," sebut Fadjri, yang mengikuti salat Id di Masjid Raya.
Informasi diperoleh detikcom, hujan tidak hanya terjadi di Samarinda, melainkan juga di kota-kota lainnya seperti Balikpapan.
Dijadwalkan, Gubernur Kalimantan Timur Awang Farouk Ishak menggelar open house di kediaman dinas Lamin Etam, yang berlokasi bersebelahan dengan Kantor Gubernur Kalimantan Timur di Jalan Gadjah Mada.
(aan/aan)











































