"Sejauh ini masih tetap aman dan baik," ujar Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa usai salat Id di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (31/8/2011).
Marty menjelaskan, KBRI Tripoli sebenarnya tidak pernah ditutup. Hanya saja, segala aktivitas serta proses administrasi dialihkan sementara waktu ke KBRI di Tunis.
"Kita terus pantau hari demi hari. kita tidak pernah tutup kedutaan tapi hanya tidak diaktifkan saja, semua proses adminitrasi ada di KBRI Tunis," tegas Marty.
Sebelumnya diberitakan, terjadi percobaan pencurian dan penjarahan di kantor Kedutaan Besar Korea Selatan. Aksi penjarahan berlangsung di kota Tripoli, Senin (29/8) lalu. Ada sekitar 10 orang pria bersenjata mencoba mencuri peralatan elektronik dan furnitur di kantor tersebut. Namun, aksi ini bisa dicegah ketika para staf lokal mengontak kaum pemberontak. Para penjarah itu kemudian melarikan diri.
"Kami yakin mereka penduduk sipil yang mencoba menjarah dan mengaku sebagai pemberontak. Hal ini terlihat saat mereka lari saat polisi datang," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Korsel, Shin Maeng-Ho.
(mok/irw)











































