Mar'ie: Visi Capres Tentang Narkoba dan HIV/AIDS Belum Jelas
Jumat, 02 Jul 2004 12:55 WIB
Solo -
Baik dalam kampanye maupun dalam debat kandidat yang digelar KPU, para capres maupun cawapres belum menyampaikan secara jelas dan rinci visi dan misinya mengenai bahaya penyeberan narkoba dan HIV/AIDS. Padahal kedua persoalan tersebut saat ini adaah bahaya besar yang sedang mengancam Indonesia.Penilai tersebut disampaikan oleh Ketua Komite Kemanusiaan Indonesia (KKI), Mar'ie Muhammad, kepada wartawan saat menghadiri sarasehan dalang untuk gelar wayang tangkal narkoba dan HIV/AIDS yang diadakan di kampus Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Solo, Jumat (2/7/2004).Dicontohkan oleh Mar'ie, dalam debat capres/cawapres selama dua malam berturut-turut, persoalan mengenai pemberantasan narkoba serta penanggulangan penyebaran HIV/AIDS kurang mendapat porsi yang memadai untuk disampaikan oleh peserta debat. Demikian pula para panelis tidak memberikan pertanyaan yang spesifik kepada para peserta debat mengenai hal tersebut."Memang ada sekadar jawaban para peserta tentang narkoba tapi itu bukan program mereka. Para panelis juga tidak melakukan elaborasi lebih jauh tentang visi dan misi para capres dan cawapres misalnya pandangannya tentang akar permasalahannya, pengetahuannya tentang jaringan penyebaran narkoba dan HIV/AIDS, apa langkah-langkah yang akan diambil dan sebagainya," ujar Mar'ie."Padahal persoalan tersebut saat ini kup krusial untuk diangkat ke permukaan. Keduanya saat ini menjadi momok dan bahaya besar yang mengancam masa depan bangsa Indonesia. Tapi untuk tidak berburuk sangka, mungkin juga karena waktu yang tersedia untuk debat itu terlalu singkat sedangkan permasalahan yang harus dibahas terlalu banyak," lanjutnya.Mar'ie menyatakan, jika dalam pilpres 5 Juli nanti tidak ada pasangan yang terpilih, masih ada kesempatan bagi masyarakat menimbang-nimbang dua pasangan yang tersisa yang memiliki visi dan misi jelas untuk penanganan narkoba dan HIV/AIDS. Kepada dua pasangan yang akan beradu, diharapkan bersedia menyampaikan programnya dalam kampanye putaran kedua."Kedua masalah tersebut harus dipikirkan dan segera ditindaklanjuti secara serius oleh semua pihak. Jangan ada yang menyepelekannya. Tidak mungkin PBB membentuk badan tersendiri untuk menanganinya jika memang keduanya tidak menjadi masalah besar bagi masa depan seluruh umat manusia," tegas tokoh yang sering dijuluki sebagai Mr Clean tersebut.
(nrl/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































