Timika Terkuak, RI Minta AS Pulihkan Hubungan Militer
Jumat, 02 Jul 2004 12:20 WIB
Jakarta - Menlu Hassan Wirajuda meminta AS memulihkan hubungan militer pasca terkuaknya insiden penembakan yang menewaskan 2 WN AS di Timika, Papua, Agustus 2002 lalu.Hassan menyampaikan permintaan itu pada Menlu AS Colin Powell di Jakarta Hilton Convention Center, Jakarta, Jumat (2/7/2004). Menurut Jubir Deplu Marty Natalegawa, terdapat perkembangan break through. yang telah dicapai dalam kasus Timika, yaitu penetapan dakwaan yang telah dikeluarkan oleh AS kepada seorang tokoh Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan di Timika.Dengan adanya break through ini, Indonesia mengharapkan adanya semacam road map, karena kasus Timika selama ini telah menjadi semacam ganjalan hubungan militer Indonesia - AS."Dengan kini AS sendiri telah mencapai suatu kesimpulan bahwa ternyata pelaku tertuduh tindakan ini adalah tokoh OPM, maka kita mengharapkan sekarang ada semacam road map, bagaimana pemulihan hubungan militer Indonesia - AS ke depan," kata Marty.Seperti diberitakan, FBI telah membuat kesimpulan akhir yang dilaporkan ke TNI dan Polri bahwa pelaku penyerangan berasal dari kelompok TMP, organisasi militer OPM yang dipimpinan Kelik Kwalik. Penyerangan itu dipimpin oleh Antonius Wama.Dalam kesempatan yang sama, Marty juga menyampaikan bahwa sebelum pertemuan bilateral dengan Menlu RI, Menlu AS juga telah melakukan pembicaraan bilateral dengan Menlu Korea Utara. Namun belum diketahui apa isi pembicaraan bilateral tersebut.
(nrl/)











































