Polri Pusatkan Pengamanan di TPS
Jumat, 02 Jul 2004 12:10 WIB
Jakarta - Kondisi keamanan menjelang pemilihan presiden 5 Juli mendatang dinilai kondusif. Polri akan memusatkan pengamanan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) mengantisipasi pengrusakan dan gagalnya pemilih mencoblos.Demikian disampaikan Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar usai peresmian Trans Nasional Crime Coordination Center di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (2/7/2004)."Kampanye sudah selesai kemarin. Selama kampanye tidak ada gangguan keamanan yang berarti, artinya semua berjalan aman, lancar dan damai. Harapan kita pada saat pemungutan suara seperti itu. Kita sudah antisipasi pola pengamanan. Kalau pada masa kampanye dipusatkan pada kegiatan-kegiatan mereka. Kalau pemungutan suara di TPS," kata Kapolri.Kategori ancamannya?"Ancaman di TPS, kemungkinan gagalnya orang mencoblos atau adanya pengrusakan dan sebagainya," ujarnya.Selain daerah konflik, menurut Kapolri, belum ada daerah lain yang memerlukan pengamanan intensif."Kita katakan kondisi sudah kondusif, tetapi kewaspadaan terus ditingkatkan," tandasnya.Lanjutnya, sampai sekarang belum ditemukan indikasi ancaman bom menjelang pilpres. Sementara jumlah pasukan yang akan dikerahkan untuk mengamankan Pilpres berjumlah 200 ribu personel.
(aan/)











































