Setidaknya ada tiga kecamatan yakni Bandar Pulau, Aek Songsongan dan Rahuning di kabupaten tersebut yang terjadi pemadaman listrik. Listrik di tiga kecamatan tersebut mati total, Selasa (30/8/2011), sejak pukul 20.30 WIB. Sampai pukul 23.30 WIB listrik baru menyala.
Litrik di bawah PLN Cabang Rantau Perapat Kabupaten Labuhan Batu Utara, Sumut ini jelas mengecewakan umat Islam dimalam takbiran. Tanpa penyebab, listrik tiba-tiba padam saat gema takbir berkumandang di sejumlah masjid.
Masyarakat seakan pasrah dengan kondisi pemadaman listrik yang memang acap kali terjadi di sana. Padahal daerah tersebut merupakan lumbung energi listrik yakni PLTA Asahan yang merupakan waduk terbesar di Sumatera.
"Kita masih melaksanakan takbiran di masjid, tiba-tiba saja listrik padam. Ditambah masjid kami tidak punya genset, alhasil kita tak bisa takbiran," keluh Imam Rahmad, pengurus masjid di Desa Marjanji Aceh, Kecamatan Aek Songsongan kepada detikcom.
Pemadaman listrik ini membuat suasana takbiran sepi. Sekalipun ada sebagian masjid yang menggunakan genset, namun masyarakat tetap kecewa di malam takbiran setahun sekali harus menerima pemadaman listrik.
"Kampung kami ini ada PLTA Asahan, namun jaringan listrik PLN di sini masih pakai tenaga diesel, tidak menggunakan jaringan interkoneksitas. Itu makanya, di tempat kami ini saban hari terjadi pemadaman, " keluh Rianto warga Bandar Pulau lainnya.
Masyarakat setempat mengharapkan, selaku daerah lumbung energi, mestinya mendapat perhatian khusus dari PLN Pusat. Apa lagi di Kecamatan Bandar Pulau akan dibangun PLTA Asahan III dan IV.
"Ke depan kami mengharapkan adanya perhatian khusus pemerintah untuk kami ini. Di kampung kita ini lumbungnya energi, tapi daerah kami juga rajanya pemadaman listrik," kata Syamsir Tanjung warga lainnya.
(cha/irw)











































