Pajriyah Berhasil Dievakuasi dari Libya Saat Idul Fitri

Pajriyah Berhasil Dievakuasi dari Libya Saat Idul Fitri

- detikNews
Rabu, 31 Agu 2011 02:09 WIB
Jakarta - KBRI Tunis berhasil mengevakuasi seorang TKW yang bekerja di Libya, Pajriyah Abdullah (30), atau yang juga dikenal sebagai Pajriyah atau Badriyah. Pajriyah dievakuasi pada Selasa 30 Agustus 2011, bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1432H.

"TKW asal Bapangsari, Bagelen, Purworejo (Jawa Tengah) ini telah berada di Libya selama 10 bulan, di mana dia bekerja kepada salah seorang dari kalangan dekat mantan Pemimpin Libya Muammar Khadafi," kata staf KBRI Tunis, M Yazid, kepada detikcom, Rabu (31/8/2011).

Menurut Yazid, Pajrihah bekerja pada majikan yang pro Khadafi. Sekitar akhir Februari dan awal Maret 2011, majikan laki-laki Pajriyah meninggalkan rumahnya dan ikut bergabung dengan pasukan pro Khadafi. Selama konflik, majikannya baru pulang dua kali, yaitu sekitar bulan Juni dan di awal Ramadan.

Selama krisis Libya, keluarga majikan Pajriyah mengungsi dari satu daerah ke daerah lain untuk menghindari serangan massa dan milisi anti Khadafi. Setelah jatuhnya Tripoli ke tangan oposisi, rumah majikan Pajriyah di kota Tripoli digempur massa. Barang-barang berharga yang ada dijarah, termasuk lima buah mobil. Pajriyah pun ikut bersama majikan perempuan dan keluarganya mengungsi ke Tunisia.

Tidak mudah bagi Pajriyah dan majikannya untuk sampai di Tunisia. Karena situasi yang tidak memungkinkan untuk keluar dari Libya lewat jalur biasa, mereka mengambil jalan memutar menuju kawasan pegunungan barat. Rombongan majikan Pajriyah juga melakukan perjalanan pada malam hari supaya aman. Siang harinya, mereka bersembunyi di rumah kerabat di salah satu kota yang dilewati.

"Mereka kemudian berhasil meninggalkan Libya setelah melakukan perjalanan selama hampir 2 hari 2 malam. Rombongan melewati jalur pegunungan di kawasan Sahara dan akhirnya tiba di perbatasan Tunisia pada subuh hari Sabtu, 25 Agustus," kata Yazid.

Yazid menambahkan, KBRI Tunis berhasil melacak keberadaan Pajriyah berkat informasi yang diperoleh dari otoritas imigrasi di pos perbatasan Tunisia-Libya. Setelah melakuakan penelusuran, KBRI Tunis berhasil menghubungi majikan perempuan Pajriyah dan meyakinkannya agar melepas Pajriyah ke tangan KBRI Tunis.

"Pajriyah kini dapat merasakan suasana Lebaran Idul Fitri dengan tenang, setelah sebelumnya selalu diliputi kecemasan, mengungsi dari satu rumah ke rumah lainnya, dan dari satu daerah ke daerah lainnya karena takut ancaman perang," ungkap Yazid.

(irw/irw)


Berita Terkait