"Terhitung pukul 11.00 Wita, Gunung Tambora dinaikkan status dari normal ke waspada," kata staf khusus presiden bidang bantuan sosial dan bencana, Andi Arief mengutip informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana, kepada detikcom, Selasa (30/8/2011).
Menurut Andi, gunung tersebut sejak April 2011 memang telah mengalami peningkatan kegiatan. Pada awal Agustus 2011, secara visual teramati asap putih tebal tinggi 20 meter dari kawasan atau kerucut aktif Doro Api Toi, dalam kaldera Tambora.
Lalu, pada 29 Agustus terekam 14 gempa vulkanik dalam, setelah terjadi gempa tektonik pada pukul 7.20 Wita. Sejak itu, terekam tremor vulkanik terus menerus, dengan amplituda maximum 8 mm.
Sementara pada tanggal 30 Agustus, terekam 7 gempa vulkanik dalam, 2 gempa vulkanik dangkal dan tremor vulkanik menerus dengan amplituda maximum 8 mm.
"Maka sejak 30 Agustus, pukul 11:00 Wita, diputuskan, Gunung Tambora dinaikkan statusnya, dari Normal atau Level I menjadi Waspada atau Level II. Untuk itu direkomendadikan, tidak ada pendaki yang mendekati puncak atau masuk Kaldera Tambora," imbaunya.
(mad/mok)











































