Cegah Adanya Korban, Open House SBY akan Dibatasi

Cegah Adanya Korban, Open House SBY akan Dibatasi

- detikNews
Selasa, 30 Agu 2011 14:59 WIB
Cegah Adanya Korban, Open House SBY akan Dibatasi
Jakarta - Acara open house Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara tahun 2010 memakan korban. Guna mencegah kejadian terulang, sejumlah antisipasi pun dilakukan, termasuk membatasi waktu salaman.

Sekedar mengingatkan, tahun lalu seorang tunanetra bernama Joni Malela meninggal dunia saat antre di acara open house presiden SBY. Pihak istana menyebutkan, Joni tewas karena sakit jantung.

Nah, untuk acara tahun ini, ada sejumlah perbaikan yang dilakukan pihak istana. Mulai dari pembatasan waktu antre dan bersalaman dengan Presiden.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pukul 15.00 WIB akan ditutup oleh panitia. Jadi mereka tamu yang sudah masuk di parkiran bisa menyesuaikan dengan proses waktu yang ada," kata Juru Bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, kepada detikcom, Selasa (30/8/2011).

"Kita hanya menyediakan waktu sampai menjelang maghrib. Diusahakan agar tidak terjadi desak-desakan supaya kejadian tahun lalu tidak berulang," tambahnya.

Julian menambahkan, waktu silaturahmi dengan Presiden SBY dan ibu negara Ani Yudhoyono akan dibatasi hingga pukul 17.00 WIB. Namun jika masih banyak antrean warga, ada orang yang akan menggantikan keduanya sebagai perwakilan dari Istana.

"Kita lihat situasinya, nanti ada yang akan mewakili dan ditunjuk menggantikan Presiden kalau tidak sempat bersalaman," ucap Julian.

Bagaimana dengan pengamanan di Istana? Menurut Julian, semua unsur aparat dari mulai Paspampres hingga polisi sudah dikoordinasikan untuk mencegah insiden tahun lalu berulang. Mereka akan mulai bekerja sejak Rabu pagi.

"Kami mengimbau agar masyarakat tidak berbondong-bondong atau berebutan, karena waktunya terbatas. Kalau tidak memungkinkan, ya tidak usah memaksakan diri," pinta Julian.


(mad/aan)


Berita Terkait