Sekedar mengingatkan, tahun lalu seorang tunanetra bernama Joni Malela meninggal dunia saat antre di acara open house presiden SBY. Pihak istana menyebutkan, Joni tewas karena sakit jantung.
Nah, untuk acara tahun ini, ada sejumlah perbaikan yang dilakukan pihak istana. Mulai dari pembatasan waktu antre dan bersalaman dengan Presiden.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita hanya menyediakan waktu sampai menjelang maghrib. Diusahakan agar tidak terjadi desak-desakan supaya kejadian tahun lalu tidak berulang," tambahnya.
Julian menambahkan, waktu silaturahmi dengan Presiden SBY dan ibu negara Ani Yudhoyono akan dibatasi hingga pukul 17.00 WIB. Namun jika masih banyak antrean warga, ada orang yang akan menggantikan keduanya sebagai perwakilan dari Istana.
"Kita lihat situasinya, nanti ada yang akan mewakili dan ditunjuk menggantikan Presiden kalau tidak sempat bersalaman," ucap Julian.
Bagaimana dengan pengamanan di Istana? Menurut Julian, semua unsur aparat dari mulai Paspampres hingga polisi sudah dikoordinasikan untuk mencegah insiden tahun lalu berulang. Mereka akan mulai bekerja sejak Rabu pagi.
"Kami mengimbau agar masyarakat tidak berbondong-bondong atau berebutan, karena waktunya terbatas. Kalau tidak memungkinkan, ya tidak usah memaksakan diri," pinta Julian.
(mad/aan)











































