Saat ditemui usai acara salat Id di masjid Al-Azhar, Jl Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2011), Soetrisno yang mengenakan baju koko putih ini tampak lebih segar. Dia pun menyampaikan makna Idul Fitri tahun ini yang terasa jauh lebih damai dibandingkan dengan sebelumnya.
"Saya sudah keluar dari hiruk pikuk politik praktis, sehingga betul-betul makna puasa kemarin sampai Idul Fitri ini mengalami kedamaian. Mengalami satu masa dimana hidup kita berarti untuk masa yang di akhirat," kata Soetrisno.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kira sering mengalami ini sejak Orde Baru. Tapi masyarakat saling menghormati Lebaran ini. Ini tidak perlu dibesar-besarkan tidak apa-apa," kata mantan Ketua Umum PAN ini.
Meski begitu, Soetrisno berharap ke depan tidak ada lagi perbedaan. Perkembangan teknologi saat ini memungkinkan hal tersebut dilakukan. "Mungkin semakin teknologi terbuka nanti akan ada penemuan teknologi. Sebagian dunia sudah, sebagian belum," terangnya.
(mad/aan)











































