"Terlepas dari dinamika politik yang ada, masyarakat Muslim Sunni dan Syiah sepakat merayakan hari kemenangan umat Islam tersebut setelah sebulan menjalankan ibadah puasa yaitu pada hari ini," kata Sekretaris Ketika-Pensosbud KBRI Beirut, Ahmad Syofian, kepada detikcom, Selasa (30/8/2011).
Syofian mengatakan, keputusan jatuhnya tanggal 1 Syawal 1432 Hijriyah pada 30 Agustus itu diumumkan oleh kedua tokoh sekte masing-masing, yaitu Mufti Sunni Lebanon, Muhammad Rasyid Qabbani, dan kantor Majelis Tinggi Syiah milik mendiang Syeikh Abdul Amir Qabalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KBRI Beirut, lanjutnya, juga akan menyelenggarakan rangkaian kegiatan Idul Fitri di yang akan diisi dengan hiburan musik reliji oleh kelompok musik Islami, Kyai Jengking. Kyai Jengking merupakan salah satu kelompok musik Islami yang dimotori oleh mahasiswa dan staf KBRI Beirut.
Dengan memadukan instrument musik tradisional Indonesia seperti, Gamelan, Angklung, Kendang, dll serta alat-alat modern seperti Drum, Biola, Gitar dan Piano, kelompok anak muda berbakat ini sering kali memeriahkan acara musik di Lebanon.
"Acara Idul Fitri di KBRI ini akan dihadiri oleh ratusan masyarakat Indonesia, pelajar dan perwakilan anggota TNI yang bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon Selatan (UNIFIL)," tutup Syofian.
(irw/irw)











































