Lebaran 'Tertunda' Sehari, Gubernur Riau Ralat Jadwal Open House

Lebaran 'Tertunda' Sehari, Gubernur Riau Ralat Jadwal Open House

- detikNews
Selasa, 30 Agu 2011 01:19 WIB
Pekanbaru - Pengumuman 1 Syawal oleh pemerintah baru pada malam hari membuat perkiraan sejumlah masyarakat menjadi meleset. Gubernur Riau, Rusli Zainal pun terpaksa meralat jadwal open hause.

Menjelang salat magrib tadi, Senin (29/8/2011) Kepala Biro Humas Pemprov Riau, Chairul Riski telah menyampaikan undangan lewat SMS kepada tokoh masyarakat, alim ulama, jajaran pemerintah, kepolisian, TNI dan masyarakat untuk dapat hadir diacara open house di Gedung Daerah di kediaman Gubernur Riau hari Selasa (30/8/2011).

Namun pesan singkat undangan tersebut, terpaksa harus diralat pasca Menteri Agama mengumumkan bahwa 1 Syawal jatuh pada Rabu (31/8/2011). Kondisi itu jelas membuat jadwal masyarakat dan Pemprov Riau sendiri turut menjadi kacau.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena pemerintah mengumumkan lebaran tidak jatuh pada Selasa (30/8/2011), dengan sendirinya, undangan open hause di kediaman gubernur turut kita tunda. Kita juga sudah meminta menunda pesanan berbagai hidangan untuk acara itu," kata Riski.

Selain itu, masyarakat di Pekanbaru sebagian juga sudah sempat berkumpul di Jl Gajah Mada sebagai pusat pelepasan pawai akbar untuk takbiran. Sebagian masyarakat sudah banyak berkumpulkan untuk melaksanakan takbiran.

"Kita tidak bisa menyalahkan masyarakat yang berkumpul itu. Namun saat tadi, pihak Muspida sendiri belum ada yang datang. Karena sejumlah Muspida di Riau menyaksikan jalannya sidang penentuan untuk lebaran lewat siaran televisi. Karena jatuh pada Rabu, maka takbiran pun tertunda," kata Riski.

Tidak hanya masyarakat yang sudah bersiap untuk melaksanakan takbiran. Pihak kepolisian setempat juga sudah berjaga-jaga disejumlah titik rawan kemacetan. Akhirnya, karena ada pengumuman lebaran, masyarakat yang bersiap untuk takbiran pun berangsur pulang ke rumahnya masing-masing.

"Tadi kita sudah sempat kumpul di lokasi titik kumpul takbiran. Polisi juga banyak berjaga-jaga di persimpangan. Rupanya meselet, besok tidak jadi lebaran. Ya sudah kita pulang aja," ujar Santo seorang warga Pekanbaru kepada detikcom.

(cha/irw)


Berita Terkait