Satgas Antimafia: Nazaruddin Tak Perlu Dipindah ke Cipinang

Satgas Antimafia: Nazaruddin Tak Perlu Dipindah ke Cipinang

- detikNews
Minggu, 28 Agu 2011 14:01 WIB
Satgas Antimafia: Nazaruddin Tak Perlu Dipindah ke Cipinang
Jakarta - Keinginan Nazaruddin dipindahkan ke LP Cipinang dinilai aneh. Rutan Mako Brimob yang sekarang dia tempati sudah layak dari segi keamanan dan keselamatan. Karena itu Nazaruddin tak perlu dipindahkan.

"Satgas tidak melihat alasan pemindahan Nazaruddin ke Cipinang," kata anggota Satgas Pemberantasan Mafia Hukum Mas Achmad Santosa saat dihubungi detikcom, Minggu (28/8/2011). Penilaian ini muncul setelah mengecek ruang tahanan Nazaruddin di rutan Mako Brimob.

Pria yang akrab disapa Ota ini menjelaskan, sistem pengamanan Nazaruddin berjalan baik. Satgas PMH saat melakukan peninjauan sel dengan didampingi Divisi Humas Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar, pejabat Ditjen PAS dan Karutan juga mendiskusikan sistem pengamanan tersangka Nazaruddin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada 11 titik pemantauan CCTV yang terpantau 24 jam di Rutan Kelapa Dua. Juga ada CCTV yang dapat dipantau KPK juga 24 jam. Ruangan juga dijaga 24 jam oleh 2 petugas Brimob yang ditugaskan oleh KPK menjaga keamanan ruangan Nazaruddin," terang Ota.

Menurut Ota, pengunjung juga dibatasi oleh KPK yaitu keluarga yang berjumlah 5 orang dan penasihat hukumnya yang bisa menemui pada Selasa dan Jumat.

"Sikap Kepala Rutan juga sangat tegas pada saat menemukan BlackBerry dan kini sudah disita oleh penyidik KPK," imbuhnya.

Terkait insiden BlackBerry itu, pihak Polri kini sedang menyelidiki orang-orang yang menyelundupkan BB itu.

"Dan sangat mungkin alat komunikasi lainnya. Secara keseluruhan sistem pengamanan berjalan baik sehingga sangat kecil kemungkinan ada intimidasi atau orang-orang yang "mengganggu" Nazaruddin," urainya.

Kunjungan Satgas, tambah Ota, merupakan bagian dari koordinasi antara KPK, Kapolri dan Kemenkum HAM.

"Untuk memastikan sistem pengamanan berjalan baik dan tidak ada pelanggaran tata tertib oleh Nazaruddin maupun pengunjung seperti penggunaan BB dan alat telekomunikasi lainnya," ujarnya menjelaskan tujuan kunjungan itu.

(ndr/nrl)


Berita Terkait