Keributan semula hanya diwarnai aksi adu mulut antara pejabat Pemkab Labura dengan petugas PT KAI. Namun berubah menjadi aksi saling dorong hingga nyaris terjadi adu pukul.
Keributan mereda setelah petugas kepolisian melerai kedua belah pihak yang bertikai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau sekadar mengimbau penumpang asal Labura untuk naik bus gratis dan itu dilakukan di luar lingkungan stasiun, kami tidak keberatan. Ini tidak, justru masuk ke dalam stasiun mengajak calon penumpang yang sedang menunggu loket kereta api buka untuk naik ke bus gratis," kata Irwansyah.
Bupati Labura, Khairuddin Sitorus, membantah anggotanya menyerobot calon penumpang kereta api untuk naik ke bus angkutan Lebaran gratis yang disediakan Pemkab.
"Tidak benar ada anggota saya yang masuk ke dalam stasiun mencari calon penumpang kereta api untuk pindah ke bus gratis. Kita hanya mengimbau menggunakan pengeras suara saja," kata Khairuddin di depan Stasiun Besar Kereta Api, Medan.
Khairuddin juga menyesalkan sikap petugas PT KAI Divre I Sumatera yang terkesan arogan mengusir lima bus yang terparkir di seberang stasiun. Padahal, keberadaan bus angkutan mudik tersebut merupakan kegiatan sosial untuk membantu warga Labura pulang ke kampung halaman berlebaran bersama keluarga.
Akibat dari keributan tersebut, Pemkab Labura terpaksa memberangkatkan armada angkutan mudik lebaran gratis, meski dua bus masih kosong penumpang.
(rul/nrl)











































