TNI AL Indikasikan Sertu Darso Depresi

Pembajakan KA Gajayana

TNI AL Indikasikan Sertu Darso Depresi

- detikNews
Minggu, 28 Agu 2011 11:26 WIB
 TNI AL Indikasikan Sertu Darso Depresi
Jakarta - Hingga selang sehari, keterangan Sertu Darso, pembajak KA Gajayana, kepada Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) yang memeriksanya, terus berubah-ubah. Pomal mengindikasikan anggota Kesatuan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan, Lantamal III, Jakarta, itu mengalami depresi.

"Dari data awal Danpomal, yang bersangkutan mengarah ke depresi kejiwaan. Tapi baru indikasi, bahwa yang bersangkutan stres," kata Kadispen TNI AL Laksamana Pertama Untung Suropati, saat dihubungi detikcom, Minggu (28/8/2011).

Untung melanjutkan, jika sampai dua tiga hari ke depan keterangan Darso masih berubah-ubah, pihak TNI AL akan menurunkan tim ahli psikologi untuk memeriksa yang bersangkutan. "Untuk memastikan secara medis," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untung memaparkan sejumlah keterangan yang berubah-ubah oleh Darso yakni soal stasiun di mana ia pertama kali naik ke atas KA.

"Dia bilang naik pas keluar Malang, kemudian ada lagi naik di Cirebon, kemudian Indramayu. Keterangan naik dari mana saja sudah tidak jelas," ujarnya.

Karenanya, lanjut Untung, keterangan Darso bahwa ia membajak KA karena ingin menghadap komandannya, tidak bisa dipercaya. "Sampai saat ini bicaranya masih ngalor ngidul," ujarnya.

Sebelumnya, aparat kepolisian menangkap Darso bersama Sugiyanto di Peron 4 Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat. Keduanya ditangkap atas dugaan pembajakan KA Gajayana tujuan Malang-Jakarta.

KA Gajayana dihadang dan dibajak oleh sekelompok orang saat melintas di Stasiun Telagasari Daops III Cirebon dan satu orang naik ke lokomotif. Saat itu, masinis sempat menghentikan kereta di Stasiun Haurgeulis untuk menurunkan penumpang gelap tersebut.

Masinis saat itu merasa penumpang telah turun. Namun, dalam perjalanan menuju ke Stasiun Cikampek, pelaku yang belakangan diketahui bernama Darso masuk ke lokomotif melalui pintu belakang.

Darso langsung menodongkan senjata tajam dan senjata api ke arah masinis. Darso meminta agar kereta tidak berhenti di stasiun manapun dan melanjutkan perjalanan ke Gambir.

"Menurut masinis, orang itu bilang 'saya akan menghadap komandan saya'," kata Kepala Humas PT KAI Sugeng Priyono ditemui di Stasiun Senen, Jakarta Pusat.



(lrn/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads