"Sudah ada aturan baku, bawahan menghadap dalam rangka apa? Ngapain dia hari itu juga hari libur. Nggak logis, kalau mau menghadap terus dia membajak. Menurut saya nggak rasional," kata Kadispen TNI AL Laksamana Pertama Untung Suropati, saat dihubungi detikcom, Minggu (28/8/2011).
Untung mengatakan, belum ada perkembangan yang berarti dari pemeriksaan Pomal terhadap anggota Kesatuan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan, Lantamal III, Jakarta, itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, aparat kepolisian menangkap Darso bersama Sugiyanto di Peron 4 Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat. Keduanya ditangkap atas dugaan pembajakan KA Gajayana tujuan Malang-Jakarta.
KA Gajayana dihadang dan dibajak oleh sekelompok orang saat melintas di Stasiun Telagasari Daops III Cirebon dan satu orang naik ke lokomotif. Saat itu, masinis sempat menghentikan kereta di Stasiun Haurgeulis untuk menurunkan penumpang gelap tersebut.
Masinis saat itu merasa penumpang telah turun. Namun, dalam perjalanan menuju ke Stasiun Cikampek, pelaku yang belakangan diketahui bernama Darso masuk ke lokomotif melalui pintu belakang.
Darso langsung menodongkan senjata tajam dan senjata api ke arah masinis. Darso meminta agar kereta tidak berhenti di stasiun manapun dan melanjutkan perjalanan ke Gambir.
"Menurut masinis, orang itu bilang 'saya akan menghadap komandan saya'," kata Kepala Humas PT KAI Sugeng Priyono ditemui di Stasiun Senen, Jakarta Pusat.
(lrn/nrl)











































