Kasubid Matra Kemenkes, Lucky Tjahjono, mengatakan 630 posko tersebut tersebar mulai dari Lampung sampai Bali. Pos ditempatkan di titik-titik rawan kecelakaan, terminal, pelabuhan dan bandara.
Sejauh ini, apa saja keluhan para pemudik?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lucky belum mendapat laporan pasti tentang jumlah penderita penyakit di atas. Seluruh data akan dikumpulkan terlebih dulu dari berbagai posko.
"Nanti di akhir baru kita bisa rekap," imbuhnya.
Selain memberikan layanan kesehatan, posko-posko tersebut juga memantau kondisi para sopir. Mulai dari tes urine sampai mengukur kadar gula dan tekanan darah.
"Yang sopir ngantuk manfaatkanlah pos kesehatan. Gratis, obat-obatan pun untuk obat dasar bisa dimanfaatkan," terangnya.
"Lalu, penumpang juga jangan sampai meminum pemberian orang yang tidak dikenal," tambah Lucky.
Rencananya, posko-posko ini akan dibuka di jalur darat hingga H+7. Khusus di pelabuhan akan dibuka hingga H+14.
(mad/adi)










































