Selama beroperasi di wilayah Yogyakarta, tersangka yang sudah punya dua anak itu tinggal di rumah kontrakan di daerah Rejowinangun, Desa Maguwoharjo, Depok Sleman. Lelaki yang tubuhnya penuh tato itu meringkuk di tahanan Polresta Yogyakarta untuk menjalani pemeriksaan.
"Dari pengakuan sementara pelaku sudah melakukan pembobolan kos-kosan sebanyak 50 kali di wilayah Kota Yogyakarta, Sleman dan Solo," kata Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Donny Siswoyo kepada wartawan di Mapolresta Jl Reksobayan, Jumat (26/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelaku selalu membawa tas ransel hitam untuk membawa barang-barang hasil kejahatan," katanya.
Menurut dia, dalam melakukan aksinya selalu bersama istrinya. Namun dalam eksekusi dilakukan sendirian. Istrinya hanya disuruh menunggu di motor yang dikendarai. "Untuk istri pelaku tidak kami tahan karena kita juga melihat aspek sosial, karena anak-anak pelaku masih kecil-kecil. Saat ini, kapasitas istri pelaku sebagai saksi," kata Donny.
Hasil kejahatan oleh pelaku langsung dijual dengan harga murah di beberapa tempat di sekitar Yogyakarta. Beberapa barang yang sering diambil pelaku adalah laptop, handphone, kamera dan barang-barang elektronik yang bisa dimasukkan ke dalam tas ranselnya.
"Terakhir, pelaku mencuri di daerah Sagan Gondokusuman Yogyakarta, di kamar kos milik Nur Asyiah (23). Pelaku mengambil satu laptop merk Acer 14 inci seharga Rp 7 Juta." katanya.
(bgs/rdf)










































