Kereta api yang ditumpangi oleh Presiden SBY dan rombongan berangkat dari Stasiun Tegal, Jawa Tengah, pada pukul 12.00 WIB, Jumat (26/8/2011). Ketika itu diumumkan perjalanan menuju Jakarta menempuh perjalanan selama 3 jam 30 menit.
Namun pada kenyataannya, kereta api baru memasuki Stasiun Gambir pada pukul 16.30 WIB. Rencana berdialog dengan calon pemudik di Stasiun Gambir pun dibatalkan sebab Presiden SBY harus mengikuti kegiatan di Istana Negara pada pukul 17.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Stasiun Cirebon, Presiden SBY menyempatkan berdialog di peron stasiun. Seorang calon penumpang mengeluhkan fasilitas terowongan di bawah jalur rel menuju peron baru di Stasiun Cirebon yang tidak bisa dimanfaatkan oleh manula.
"Nggak kuat naik turun tangga Pak. Kami sudah usulkan dibuat eskalator, tapi tidak direalisasikan dengan alasan proyeknya dari pusat," keluh seorang bapak.
Presiden SBY pun menyambut baik usul yang dia nilai memperhatikan kepentingan orang banyak itu. Dia meminta Menhub Freddy Numberi yang kebetulan mendampinginya untuk mengkaji benar peluang mengadakan eskalator.
"Kebetulan ini ada Pak Menhub. Saya minta tolong dikaji teknisnya bagaimana. Kalau memungkinkan diadakan eskalator di sini, saya perintahkan agar dilaksanakan," kata SBY.
Sedangkan saat di Stasiun Bekasi, Presiden SBY menyapa para penumpang KRL. Tidak ada dialog sebab waktunya terlalu pendek, hanya lima menit.
Di semua stasiun yang dilewati, tampak penjagaan cukup ketat. Terutama di Stasiun Jatinegara yang tergolong sangat padat.
(lh/irw)











































