"Murni perampokan. Tidak ada sakit hati karena asmara atau lainnya," kata Kepala Reskrim Polres Jakarta Barat, AKBP Ferdi Sambo, saat dihubungi detikcom, Jumat (25/8/2011).
Ferdi mengatakan, pelaku mengambil tas korban yang berisi handphone, dompet dan bundelan skripsi korban. Dari tiga tersangka, polisi menyita satu unit handphone milik korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terungkapnya para pelaku setelah polisi menelusuri handphone korban. Polisi mendapat informasi handphone korban telah berpindah tangan ke penadah.
Polisi sejauh ini telah membekuk 3 orang terkait pembunuhan Livia. 1 Orang pelaku bekerja sebagai sopir angkot M 24 rute Slipi-Binus-Kebon Jeruk. Dua pelaku lainnya sebagai penadah handphone milik Livia. Polisi masih mengejar 3 orang yang berada di angkot itu.
Livia hilang sejak Selasa, 16 Agustus 2011. Jenazah Livia ditemukan di pinggir jalan di Cisauk, Tangerang, pada Minggu 21 Agustus 2011.
Keluarga yakin jenazah itu Livia dari kalung berliontin Dewi Kwan Im dan anting yang dikenakan.
(aan/nrl)










































