Putri Ruyati Tak Ikhlas UI Beri Gelar Doktor HC pada Raja Saudi

Putri Ruyati Tak Ikhlas UI Beri Gelar Doktor HC pada Raja Saudi

- detikNews
Jumat, 26 Agu 2011 14:55 WIB
Putri Ruyati Tak Ikhlas UI Beri Gelar Doktor HC pada Raja Saudi
Jakarta - Pemberian Doktor Kehormatan Honoris Causa kepada Raja Arab Saudi, Abdullah, oleh Universitas Indonesia (UI) diprotes keras. Putri mendiang Ruyati (TKI yang dipancung di Arab Saudi), Een Nuraini menangis mendengar pemberian gelar doktor ini dan menyatakan tidak ikhlas.

“Saya nggak ikhlas. Gelar itu sama saja mengakui pemancungan, biadab,” ujar putri Ruyati, Een Nuraini dalam konferensi pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (26/8/2011).

Een tak sanggup meneruskan kata-katanya. Air matanya tumpah. Ia terisak. Hadirin dalam ruangan yang berpendingin udara itu pun terdiam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah tokoh menggelar konferensi pers mengecam pemberian Doktor HC kepada Raja Abdullah oleh UI. Mereka tak hanya berasal dari pihak di luar UI tetapi juga dari dalam internal UI. Dari internal UI hadir Guru Besar FE UI Mayling Oey, pengajar sosiologi Thamrin Amal Tomagola, pengajar ilmu komunikasi Effendi Gazali. Dan dari kalangan eksternal ada Ray Rangkuti, Ikrar Nusa Bakti, serta perwakilan Migrant Care.

Mereka memprotes pemberian Gelar Doktor HC tersebut. Raja Abdullah dianggap tidak pantas menerima gelar tersebut karena tak punya kontribusi dalam bidang kemanuisaan terutama dalam perlindungan tenaga kerja migran.

“Seharusnya Rektor itu bertindak atas nama warga UI, tapi ini warga tidak tahu. Bagaimana ini pertanggungjawabannya? Malah saya kaget baru lihat beritanya. Saya sebagai perempuan dan warga negara Indonesia, sangat-sangat terluka. Saya bisa merasakan pedihnya. Rektor UI yang harusnya jadi teladan malah memberikan suatu yang di luar perkiraan manusia yang wajar,” ujar Mayling Oey.

Harian Arab News sebelumnya melansir, Rektor UI Prof Gumilar R Somantri datang Istana Al-Safa, Jeddah, untuk memberikan gelar Doktor HC pada Raja Abdullah pada Minggu, 21 Agustus. Gumilar memberikan gelar itu karena Raja Abdullah dianggap telah berkontribusi dalam mempromosikan pengajaran Islam yang moderat, mendukung perdamaian Palestina, dan menginisiasi dialog antar agama.

"Kami juga mengapresiasi Raja atas kontribusinya dalam bidang kemanusiaan dan usaha kerasnya dalam mempromosikan ilmu pengetahuan dan teknologi," kata Gumilar.

detikcom mencoba mengkonfirmasi keberatan yang muncul kepada Gumilar. Sayang handphonenya mati. Informasi dari stafnya menyebutkan, Gumilar saat ini masih berada di Saudi dan akan memberikan penjelasan komprehensif setiba di Indonesia.
(adi/nwk)


Berita Terkait