"Jalan tol di Jabar umumnya siap menampung arus mudik namun akan terjadi beberapa kemacetan disebabkan bottle necking dan pasar tumpah selepas tol. Seperti di Jomin dan Cileunyi," kata anggota Komisi V DPR Bidang Perhubungan, Yudi Widiana Adia, pada detikcom, Jumat (26/8/2011).
Untuk mengatasinya, ke depan perlu dipikirkan membangun flyover di simpang Jomin. "Sementara untuk pasar tumpah harus dibuat garis pembatas," imbuh Yudi yang telah melakukan kunjungan spesifik ke Jabar, Yogyakarta, dan Jateng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini diakibatkan adanya perlintasan sebidang dengan jalan kereta dan bottle neck di Pasar Limbangan. Juga perlunya antisipasi jika terdapat mobil mogok dan rem blong, itu harus diwaspadai," imbuhnya.
Sedang sepanjang Tol Semarang-Ungaran diprediksi ada problem saat keluar tol karena keluar di jalan status kabupaten yang sempit. Perlu diantisipasi kemacetan yang panjang.
"Perlu diwaspadai stok BBM di jalur mudik. Kemarin di Tasik misalnya, penjualan BBM melampaui kuota untuk semua wilayah Jabar Selatan," jelasnya.
Selain itu bagi pemudik yang menggunakan kendaraan umum seperti bus atau juga kendaraan pribadi diharapkan berhati-hati dan menjaga kondisi fisik.
"Cuaca sepanjang masa mudik tidak akan hujan tetapi suhu agak panas sehingga faktor kelelahan pemudik harus jadi perhatian. Juga untuk perjalanan via kereta diperkirakan masih terjadi kelambatan tiba di tujuan, untuk itu pengaturan jadwal dan kontrol kecepatan harus semakin cermat," jelasnya.
(ndr/nrl)











































