"Nanti segera setelah Lebaran kita akan meminta penjelasan dari Menakertrans. Bagian dari tugas DPR yakni pengawasan, mau lebaran malah kena musibah. Justru ini yang membuat kita prihatin," ujar Wakil Ketua Komisi IX DPR, Irgan Chaerul Mahfiz.
Hal ini disampaikan Irgan pada detikcom menanggapi penangkapan dua pejabat Kemenakertrans oleh KPK, Jumat (26/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berharap program ini tetap berjalan karena memang sangat dibutuhkan dengan koperasi mandiri khususnya. Jadi ini harus dijamin transparansinya," terangnya.
Komisi Pemberantasan Korupsi Kamis kemarin menangkap tangan dua pejabat Kemenakertrans. Kedua pejabat itu, I Nyoman Suisanaya dan Dadong Irbarelawan, beserta seorang perempuan pengusaha, Dharnawati, akan segera ditetapkan sebagai tersangka.
I Nyoman Suisanaya adalah sekretaris Ditjen Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi (P2KT) Kemenakertrans dan Dadong Irbarelawan adalah kabag perencanaan dan evaluasi yang tak lain adalah bawahan Nyoman.
KPK menangkap 3 orang teresebut di tempat yang terpisah dengan barang bukti uang tunai Rp 1,5 miliar. Uang yang dibungkus kardus bekas durian tersebut diduga sebagai imbalan pencairan anggaran dalam APBN-P 2011 untuk pembangunan infrastruktur daerah transmigrasi di Manokwari, Papua Barat.
(van/nrl)











































