"Ini pasti akan menjadi energi positif beliau untuk semakin giat mengabdi untuk bangsa dan negara yang kita cintai pada masa-masa mendatang," kata Ifan, sapaan akrab Fanshurullah, lewat pernyataan tertulis kepada detikcom, Kamis (25/8/2011).
Pengabdian yang dimaksud Ifan terutama terkait tugas Hatta terkait implementasi reformasi ekonomi, seperti renegosiasi kontrak tambang asing, pemerataan ekonomi berbasis kerakyatan seperti skim Kredit Usaha Rakyat (KUR).
"Saat ini beliau sebagai ketua harian untuk mengomandoi MP3EI yang insya Allah akan mengantarkan Indonesia masuk dalam 10 Negara denga GDP tertinggi di dunia pada 2025," papar eks anggota FPAN DPR ini.
Sebelumnya, Hatta enggan berkomentar banyak soal bocoran kawat diplomatik Kedubes AS itu. Pria yang pernah menjabat di empat kementerian itu mengakui belum memutuskan apa-apa terkait Pilpres 2014.
"Namanya juga Wikileaks, nggak perlu dikomentari seharusnya. Di samping itu, PAN juga belum memutuskan apa-apa," kata Hatta Rajasa via telepon kepada detikcom.
Situs whistleblower Wikileaks melalui situs resminya saat dikunjungi detikcom, Kamis (25/8/2011) menyebut ada dua politisi yang akan maju dalam Pilpres 2014. Mereka adalah Hatta Rajasa dan Aburizal Bakrie. Ada sebuah dokumen Kedubes AS Jakarta berkode 10JAKARTA68 yang dibuat tanggal 19 Januari 2010 silam, bertajuk 'Menatap Pemilu, Parpol di Indonesia Memilih Pemimpin Baru'.
Dalam laporan ke Washington, Kedubes AS memantau perkembangan parpol di Indonesia untuk kontestasi Pilpres 2014. Mereka memantau Ketum PAN dan Golkar, yang mereka anggap akan maju dalam Pilpres 2014.
"Sebagaimana Indonesia menggelar Pilkada pada 2010, Hatta dan Bakrie akan mulai memposisikan diri mereka sebagai kandidat Presiden 2014," demikian analisa mereka.
Kedubes AS akan memantau kongres-kongres partai politik besar di Indonesia. Karena di situlah akan muncul kandidat Pilpres 2014.
"Ini adalah tahun kunci untuk parpol dan kandidat untuk memposisikan diri mereka di Pilpres 2014, karena Indonesia menggelar Pilkada di seluruh negeri," lanjut laporan itu kepada Washington.
(lrn/mpr)











































