Saddam Dijerat 7 Dakwaan
Jumat, 02 Jul 2004 05:23 WIB
Jakarta - Mantan Presiden Irak Saddam Hussein menghadiri persidangan di pengadilan. Kehadiran Saddam di pengadilan itu merupakan penampilan pertamanya di depan publik sejak dia ditangkap pasukan Amerika Serikat (AS) 7 bulan lalu. Di depan hakim, Saddam dengan lantang mengatakan persidangan itu merupakan rekayasa Presiden AS George W Bush. "Ini semua sandiwara, kriminal yang sesungguhnya adalah Bush," ujarnya. Mengenakan setelan jaket berwarna hitam arang, keadaan Saddam sedikit lebih baik jika dibandingkan 13 Desember lalu ketika pasukan Amerika Serikat (AS) mengeluarkannya dari lubang persembunyian. Saddam dijerat dengan 7 dakwaan, termasuk pembunuhan terhadap suku Kurdi dengan menggunakan gas kimia pada 1988 serta invasi Irak ke kuwait pada tahun 1990.Saddam dalam keadaan terborgol ketika dibawa dari tempat rahasia menuju Pengadilan Camp Victory. Mantan orang nomor satu di Irak itu tiba di lokasi dengan menggunakan bus untuk mendengarkan dakwaan yang dibacakan hakim selama 26 menit. "Saya Saddam Hussein, presiden Irak," katanya saat duduk di kursi yang menghadap hakim. Kemudian Saddam mengulang kembali dan menyebut namanya secara lengkap "Saddam Hussein Al Majid, presiden Irak," katanya.Dalam persidangan itu, Saddam menolak menandatangani dokumen dakwaan. Dia juga menolak tuduhan telah melakukan invasi ke negara tetangganya, Kuwait. "Bagaimana mungkin apabila anda orang Irak kemudian mengatakan menyerbu Kuwait yang sebenarnya adalah bagian dari Irak," tuturnya. Penasihat Keamanan Nasional Pemerintahan Sementara Irak Muwaffaq Al Rubaie mengungkapkan proses pengadilan yang digelar bukan sandiwara belaka. Apabila terbukti bersalah, lanjut dia, tidak menutup kemungkinan Saddam akan dijatuhi hukuman mati. "Pemerintahan sementara Irak berjanji kepada rakyat Irak, dunia Arab dan dunia internasional, Saddam akan diadili secara adil," tandasnya.
(rif/)











































