Golkar Minta SBY Buktikan Kabinetnya Bukan Antek AS

Golkar Minta SBY Buktikan Kabinetnya Bukan Antek AS

- detikNews
Kamis, 25 Agu 2011 16:55 WIB
Golkar Minta SBY Buktikan Kabinetnya Bukan Antek AS
Jakarta - Presiden SBY diminta membuktikan bahwa kabinet yang disusunnya bukan boneka Amerika Serikat. Hal itu bisa dilakukan dengan melakukan kerja dan program yang berpihak pada kepentingan nasional.

β€Žβ€‹"SBY harus Buktikan KIB-II Bukan Alat AS. Militansi Pemerintahan Presiden SBY dalam menjaga dan melindungi kepentingan nasional harus diperkuat, serta ditunjukan dengan bukti nyata. Militansi dengan aksi nyata amat diperlukan guna mementahkan asumsi bahwa Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II merupakan alat bagi pemerintah Amerika Serikat," ujar Wakil Ketua Bendahara Umum Golkar, Bambang Soesatyo kepada wartawan, Kamis (25/8/2011).

Menurut Bambang, tak masalah jika pemerintah melalui menteri-menterinya membangun kerjasama yang erat dengan sejumlah negara termasuk Amerika Serikat. Namun kerjasama itu mesti didasarkan pada kepentingan nasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sejauh ini, kemitraan RI-AS hanya baik dan mulus di mata pemerintah, tetapi tidak di mata rakyat. Rakyat justru melihat terjadi ketidakseimbangan karena AS terus mendikte atau memaksakan kepentingannya," kata Anggota Komisi III DPR ini.

Bambang mendesak para menteri pembantu Presiden SBY lebih memperjuangkan kepentingan bangsa dalam menjalankan kerjasama dengan pihak asing.

"Para menteri itu harus menolak jika AS hanya ingin menjadikan Indonesia sebagai pasar produk ekspor AS," tandasnya.

Situs Wikileaks kembali menggelontorkan dokumen rahasia Kedubes AS Jakarta. Jumlahnya ratusan, termasuk soal sejumlah menteri SBY yang menjadi sekutu AS.

Sebuah dokumen berkode referensi 09JAKARTA1773 yang dibuat pada 23 Oktober 2009, dibocorkan di situs Wikileaks. Saat detikcom melongok situs resmi itu, Kamis (25/8/2011), judul dokumen itu cukup menarik perhatian, "Sekutu yang menjanjikan untuk kemitraan komprehensif dalam kabinet baru Indonesia."

Dubes AS saat itu, Cameron Hume mengirim pesan ke Washington soal susunan Kabinet Indonesia Bersatu II. Ada sejumlah menteri yang dinilai bisa menjadi sekutu yang potensial.

Di bidang ekonomi, ada Sri Mulyani Indrawati yang menjabat Menkeu, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dan Menteri Perindustrian MS Hidayat yang menurut Kedubes AS disambut baik para pebisnis. Menko Perekonomian Hatta Rajasa disebutkan sebagai sekutu kuat SBY walau dianggap tidak punya jejak rekam untuk reformasi ekonomi.

Pemilihan Dr Endang Rahayu Sedyaningsih sebagai Menkes disambut gembira oleh AS. "Ini adalah pertanda baik," demikian tanggapan Kedubes AS. Endang diakui mereka dekat dengan USAID. Sementara Menteri LH Gusti M Hatta juga ditandai sebagai 'akademisi yang dihormati'.

Polhukam menjadi bidang yang sangat penting. Kedubes AS menyebutkan tokoh kunci yang harus dipegang adalah Menko Polhukam Djoko Suyanto yang rupanya alumni pelatihan di Nellis Air Force Base. Satu lagi adalah Menhan Purnomo Yusgiantoro. "..telah bekerja dengan kita dahulu untuk hal kontraterorisme, energi dan lainnya."

Nah, menteri SBY yang paling penting di mata AS rupanya adalah Menlu Marty Natalegawa. Bahkan Kedubes AS Jakarta meminta Washington memberi perlakuan khusus.

(adi/anw)


Berita Terkait