Tim Sukses Mega-Hasyim Bantah Politisasi NU

Tim Sukses Mega-Hasyim Bantah Politisasi NU

- detikNews
Kamis, 01 Jul 2004 23:16 WIB
Solo - Beberapa kalangan internal NU menilai kubu Hasyim Muzadi telah menggunakan NU untuk kendaraan politik dalam pencalonannya sebagai cawapres mendampingi Megawati. Salah seorang tim sukses Mega-Hasyim, Said Agil Siradj, menepis tudingan miring tersebut. Bahkan dia balik menuding pelakunya tak lebih dari maling teriak maling."Tidak ada itu politisasi NU oleh kami. Tidak akan NU kami jadikan kuda tunggagan politik. Apa yang kami lakukan juga seperti mereka (para penuduh) lakukanm bahkan mereka melebihi kami. Kalau ada yang menuduh seperti itu, namanya maling teriak maling."Hal tersebut disampaikan oleh Said Agil menjawab wartawan usai menghadiri istighatsah warga NU di GOR Giri Wahana, Wonogiri, Kamis (1/7/2004). Said Agil menilai yang melakukan tuduhan itu dilancarkan oleh pihak yang kebingungan menghadapi kenyataan di lapangan melihat minimnya dukungan warga NU bagi calon yang mereka dukung.Dikatakannya, pihaknya sama sekali tidak khawatir dengan tuduhan-tuduhan semacam itu. Hasyim dan kubunya juga tidak merasa perlu melakukan klarifikasi kepada para kiai atas terjadinya tudingan miring tersebut. Alasannya adalah para kiai telah mengetahui secara gamblang bahwa Hasyim Muzadi tidak akan melakukan tindakan yang tidak pantas tersebut.Sementara itu mengenai desakan agar NU menggelar muktamar luar biasa (MLB), Said Agil menilai desakan itu lebih kental kepentingan politik sesaatnya daripada kepentingan memikirkan NU sebagai sebuah ormas. Desakan itu muncul karena kekhawatiran bahwa kubu Hasyim Muzadi akan menggunakan struktural NU sebagai dalam penggalangan massa dukungan."Semua orang sudah tahu kalau Hasyim Muzadi dinonaktifkan. Kami para pengurus yang masuk tim sukses juga telah non aktif. Jadi kekhawatiran itu mengada-ada. Lagi pula, MLB itu bisa terjadi jika diusulkan oleh cabang-cabang yang ada, bukan oleh perorangan maupun LSM yang mengaku punya kepedulian dengan NU," ketusnya."Memang saya dengar ada sebuah LSM yang getol mendesakkan digelar MLB NU. Tapi apa hal dan wewenang mereka. Meskipun di dalamnya ada beberapa anak NU, tapi LSM itu kan tidak ada hubungan struktural apapun dengan NU. Jangan mengada-ada seperti itu. Aturan organisasinya sudah jelas kok," lanjutnya.Sedangkan dalam pidatonya kepada peserta istighatsah di Wonogiri, Said Agil menekankan pentingnya persatuan kaum nasionalis dan agama untuk membangun Indonesia lebih baik. Persatuan itu bisa terwujud dengan memenangkan pasangan Mega - Hasyim dalam pilpres mendatang. Hal tersebut juga kembali ditekankan oleh Said Agil saat menghadiri istighatsah di GOR Gelar Sena, Klaten. (asy/)


Berita Terkait