Jelang Pilpres, Kiai-kiai Ponpes Lirboyo Pecah

Jelang Pilpres, Kiai-kiai Ponpes Lirboyo Pecah

- detikNews
Kamis, 01 Jul 2004 23:03 WIB
Surabaya - Beginilah kalau pondok pesantren dijadikan rebutan dukungan politik. Menjelang pemilihan presiden (pilpres) 5 Juli, para kiai di ponpes yang berbasis di Kediri itu pecah. Sebelumnya, ponpes ini sudah menyatakan dukungan kepada Mega-Hasyim. Namun, kubu Wiranto juga berhasil mendekat. Bukan main, tim Kampanye Wiranto-Salahuddin Wahid yang mendekati ponpes ini langsung dikomandani Direktur Strategi Letjen (Purn) Suaidi Marasabessy. Tim ini bertandang ke Ponpes Lirboyo, Kediri, Kamis (1/7/2004). Dalam pertemuan ini, sejumlah kiai pengasuh Ponpes Lirboyo menyatakan netralitasnya dalam pilpres mendatang kepada tim sukses Wiranto. Ini tentu mengejutkan. Soalnya, selama ini Ponpes Lirboyo yang dimotori KH Idris Marzuki ini telah mendukung Mega-Hasyim. Kedatangan Letjen Suaidi ke Ponpes Lirboyo itu terkait rencana kedatangan Wiranto ke pesantren itu pada 3 Juli mendatang untuk mendengarkan langsung pernyataan sikap netralitas Ponpes Lirboyo.Yang menarik, dalam kunjungan ini, Suaedy cs tidak langsung ditemui pengasuh Ponpes Lirboyo KH Idris Marzuki. Suaidi hanya disambut sejumlah pengasuh lainnya antara lain KH Imam Yahya Makhrus, H Hasan Sukri Zamzam, KH Anwar Manshur, KH An'im Fachruddin Makhrus, dan Sekretaris Badan Silaturrahim Ponpes Lirboyo dan Direktur Pusat Kajian Penelitian Ponpes Lirboyo, dr Himawan. Kabarnya KH Idris Marzuki sedang ada keperluan ke Madura.Kepada wartawan, Suaidi menjelaskan pertemuan tersebut sebagai awal silaturahmi sebelum Wiranto mendatangi ponpes tersebut 3 Juli mendatang. "Kami menjalin silaturahmi dengan para ulama Lirboyo. Karena selama iniPak Wiranto telah menjalin hubungan dengan baik dengan para kiai di sini. Apa salah jika kita membangun tali silaturahmi," ujar mantan Kasum TNI .Mengenai peluang dukungan Lirboyo beralih ke Wiranto? "Semua kemungkinan bisa saja terjadi. Tapi kita lihat saja nanti. Maka itu kita ingin mendengar secara langsung," jawabnya.Menurut dia, pihaknya ingin mendengarkan langsung pernyataan netralitas Kyai Lirboyo dalam pemilihan capres dan cawapres. Solanya, selama ini Ponpes Lirboyo bersama Ponpes Ploso sebelumnya telah memberikan dukungan kepada pasangan capres dan cawapres Mega-Hasyim. Sedangkan, KH Imam Yahya Makhrus atau akrab dipanggil Gus Imam, sebagai tuan rumah menegaskan, Ponpes Lirboyo secara institusional tetap menjaga netralitas sesuai taushiyah yang baru dikeluarkan sekarang."Saya ditunjuk untuk mewakili semua pengasuh Ponpes Lirboyo yang hadir. Kan tidak ada salahnya jika taushiah itu dikeluarkan sekarang",ungkap sepupu KH Idris Marzuki ini. Namun, Gus Imam menyatakan jika masih ada suara Lirboyo yang mengarah ke salah satu pasangan capres - cawapres itu adalah hanya perbedaan pendapat saja. Soal tausiyah yang dikeluarkan resmi menggunakan stempel Ponpes Lirboyo, Gus Imam menegaskan bahwa penggunaan stempel ponpes yang ditandatanganinya itu dilakukan secara kolektif melibatkan semua pondok yang ada di Lirboyo maupun pengurusnya. "Soal saya yang tanda tangan, karena saya yang diminta atas nama pondok, "jelasnya.Selain itu, dia menyatakan jika siapa pun capres yang datang ke Lirboyo akan diterima dengan tangan terbuka. "Siapa pun calon yang datang ke ponpes kami terima sebagai tamu termasuk Pak Wiranto sebagai seorang muslim, beliau adalah seorang yang beriman yang harus kita terima," jelasnya .Sementara itu secara terpisah KH Idris Marzuki mengatakan, dirinya tidak tahu menahu soal keluarnya tausiyah yang dikeluarkan atas nama pondok, karena dirinya merasa tidak ikut tanda tangan. "Itu bukan tausiyah keluarga besar Lirboyo, sebab saya tidak ikut tanda tangan. Makanya saya pergi," Kata KH Idris Marzuki melalui telepon. Sebelumnya, KH Idris Marzuki bersama sejumlah kiai sepuh Jatim telah bertekad bulat mendukung pasangan Megawati-Hasyim Muzadi. Karena Hasyim Muzadi dinilai memiliki visi ke-NU-an dan dapat dititipi amanat warga NU secara keseluruhan.Sejumlah ulama yang pro Kiai Idris adalah KH Zainuddin Jazuli (Ponpes Al Falah Ploso Kediri), KH Nawawi Abdul Jalil (Majelis Keluarga Ponpes Sidogiri Pasuruan), KH Abdullah Sachal (Ponpes Syaichona Cholil), KH Mutawakil Alallah (Ponpes Zainul Hasan Probolinggo), KH Ali Mashuri(Ponpes Bumi Sholawat Sidoarjo), KH RA Fawaid As'ad (Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Situbondo) dan sejumlah kiai lainnya. (asy/)


Berita Terkait