Cina Harap Kerja Sama ASEAN Selesaikan Nuklir Korea
Kamis, 01 Jul 2004 22:18 WIB
Jakarta -
Menteri Luar Negeri Cina Li Zhaoxing mengharapkan kerjasama yang baik dengan negara-negara ASEAN untuk penyelesaian masalah nuklir di Semenanjung Korea. Menurut Li Zhaoxing, semua negara di kawasan ASEAN mendukung 6 party talksuntuk bekerja. "Jadi mari bekerja sama untuk mendukung prosesnya sehingga kita dapat mengatasi masalah ini dan meraih target," kata Li Zhaoxing di sela-sela acara Pertemuan Menteri-menteri Luar Negeri ASEAN+3 yang diadakan di Jakarta Hilton Convention Center, Jakarta, Kamis (1/7/2004).Target yang dimaksud Li yakni untuk mendapatkan Semenanjung Korea bebas dari senjata nuklir, serta semenanjung yang damai dan stabil. "Itulah ketertarikan dari negara-negera di kawasan ASEAN, sama seperti negara lain di dunia," kata Li kepada wartawan.Kerja Sama Pemusnahan Senjata NuklirSementara itu di tempat yang sama, Menteri Luar Negeri New Zealand Phillip Goff berpendapat bahwa sangat penting kerja sama melalui ASEAN untuk usaha pelucutan atau pemusnahan senjata nuklir di Korea Utara. "New Zealand adalah negara yang selalu menentang keras penyebaran senjata pemusnah massal," kata Goff. Goff menyatakan tidak menginginkan penyebaran senjata nuklir, dansebaliknya mendorong terwujudnya tujuan yang telah disepakati oleh NonProliferation Treaty Reviewed Conference, yakni untuk pemusnahan senjatanuklir secara total."Saya rasa 6 party talks telah berhasil positif. Kita ingin melihatmereka mencapai kesepakatan, dan kesepakatan tersebut harus menghasilkandenuklirisasi di Semenanjung Korea," kata Goff.Sementara itu mengenai masalah Myanmar, Goff menyatakan bahwa New Zealandterus mendorong dengan kuat untuk bebasnya Aung San Suu Kyi. Selain itu New Zealand juga mendukung road map proses demokratisasi di Myanmar agar berjalan dengan baik.Menurut Goff, partai oposisi Kyi jelas-jelas harus dilibatkan. Bilapartai oposisi Kyi tidak dilibatkan, maka proses demokratisasi tidak dapatbergerak. Myanmar selanjutnya tidak hanya terhambat dalam demokratisasi,tapi juga dalam perbaikan ekonomi di negara yang jelas sangat membutuhkanperbaikan ekonomi tersebut.
(asy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































