Australia dan ASEAN Teken Deklarasi Anti Terorisme

Australia dan ASEAN Teken Deklarasi Anti Terorisme

- detikNews
Kamis, 01 Jul 2004 21:34 WIB
Jakarta - ASEAN dan Australia menandatangani Deklarasi Anti Terorisme , Kamis (1/7/2004) di Jakarta Hilton Convention Center, Jakarta. Penandatanganan dilakukan oleh Menlu Australia Alexander Downer dan Menlu RI Hassan Wirajuda untuk negara-negara anggota ASEAN.Kerjasama yang disepakati lebih berfokus pada kerjasama antara kepolisiandan intelijen, antara lain dengan saling berbagi informasi. "Banyakpekerjaan counterterrorism bukanlah pekerjaan militer, tapi lebihmerupakan pekerjaan polisi dan intelijen," kata Downer kepada wartawanseusai penandatanganan deklarasi.Australia juga menyediakan dukungan untuk organisasi di Asia Tenggara,seperti Counterterrorism Cooperation di Kualalumpur serta Jakarta Centerfor Law Enforcement Cooperation. "Saya rasa negara ASEAN telah bekerja dalam counterterrorism dengan cukup baik," kata Downer. Australia telah melakukan kerja sama bilateral di bidang counterterrorism dengan banyak negara ASEAN seperti Indonesia,Thailand, Filipina, Singapura, Malaysia, Kamboja, yang dituangkan dalambentuk MoU. Dan sekarang Australia menjalin kerjasama dengan seluruhnegara anggota ASEAN."Kita sudah punya jaringan yang baik untuk kerjasama. Dengan deklarasi ini, Australia bersama sepuluh negara ASEAN, bergabung untuk melawan terorisme, itu sangat signifikan," tambah Downer.Ditanya mengenai masalah Jemaah Islamiyah (JI), Downer menyatakan bahwa JI tidak dapat dianggap remeh. "Saya rasa, naif untuk hanya berharap merekapergi, untuk berpikir bahwa organisasi ini telah dikalahkan. Mereka tidakpunya kapasitas seperti yang dulu mereka punya, tetapi saya masih berpikirmereka punya kapasitas untuk membuat kerusakan, dan membunuh banyakorang," kata Downer.Penegak hukum di Indonesia berusaha untuk menahan banyak anggota JI ke penjara, bahkan beberapa divonis mati karena berkaitan dengan bom Bali. Menurut Downer usaha tersebut menunjukan kekuatan untuk melawan kejahatanterorisme itu.Orang-orang JI melakukan peledakan dan berpikir mereka dapat meraih tujuannya dengan membunuh banyak penduduk tak bersalah, menurut Downer, mereka tidak pernah tahu bahwa mereka tidak akan dapat berhasil dengan cara itu. (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads