"Kok seolah-olah kebakaran jenggot ingin mempertahankan tetap di BURT. Ini ada apa? Kerja dia di BURT pun tidak maksimal," ujar Wakil Ketua DPP Gerindra, Fadli Zon, kepada detikcom, Kamis (25/8/2011).
Fadli menjelaskan, saat berada di BURT Pius justru memperjuangkan pembangunan gedung baru DPR. Sementara partai menolak pembangunan gedung baru itu. Selain itu Pius dinilai tidak memperjuangkan kepentingan partai, melainkan kepentingan pribadinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fadli menjelaskan DPP berpegang pada surat tanggal 16 Agustus 2011, yang diperkuat surat tanggal 19 Agustus. Isinya menggeser Pius dari BURT DPR. Mengenai surat yang diaku-aku oleh Pius mengembalikan posisinya ke BURT dan ditandatangani ketua Fraksi Gerindra Widjono Harjanto, Fadli mengaku tidak tahu menahu soal hal itu. Menurutnya tanda tangan ketua fraksi itu hanya hasil scan.
"Surat tanggal 16 itu sepengetahuan Pak Prabowo. Masalah miskoordinasi ini akan segera dirapatkan kembali," katanya.
Sementara itu Ketua DPP Gerindra Asrian Mirza membantah akan ada pertemuan antara Pius dengan DPP hari ini. "Tidak ada yang perlu dibicarakan dengan Pius," katanya saat dihubungi terpisah.
Sebelumnya Pius membantah telah diberhentikan dari BURT. Aktivis 1998 yang pernah menjadi korban penculikan ini merasa surat keputusan yang memberhentikan dirinya tidak lazim.
(rdf/nrl)











































